Mencabut charger HP setelah digunakan sering dianggap sebagai kebiasaan sepele yang tidak banyak berpengaruh. Padahal, charger yang terus menancap di colokan meski tidak sedang digunakan tetap berkaitan dengan penggunaan listrik dan keamanan di rumah.
Kebiasaan membiarkan charger tercolok diam-diam membuat listrik terus terpakai atau justru menyimpan risiko yang selama ini tidak disadari?
Dilansir detikProperti dari The Spruce, para ahli sepakat bahwa sebaiknya mencabut charger dari stopkontak setelah selesai dipakai. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebakaran di rumah. Selain itu, mencabut charger setelah tidak dipakai bisa memperpanjang masa pakainya.
Manfaat Cabut Charger dari Stopkontak
1. Perlindungan Terhadap Lonjakan Listrik
Menurut teknisi listrik bersertifikat, Carl Murawski, lonjakan listrik bisa merusak perangkat elektronik yang sensitif dengan mudah. Kondisi cuaca dan fluktuasi pasokan energi membuat lonjakan listrik menjadi ancaman yang bisa dialami siapa saja.
2. Mencegah Kebakaran
Pengisi daya yang dibiarkan tetap tercolok dapat menyebabkan kebakaran. Risiko kebakaran meningkat saat mencolokkan perangkat dengan konsumsi daya tinggi, misalnya sepeda listrik.
"Anda menghilangkan risiko kebakaran akibat adaptor, yang bisa menjadi cukup panas hingga memicu api jika digunakan terus-menerus," kata Ethan Heine, pakar energi dan CEO Suntrek Solar, dikutip dari The Spruce.
3. Hemat Energi
Meski sudah tidak dicolok ke alat elektronik, charger yang masih ada di stopkontak bisa menyerap daya. Memang tidak terlalu besar, tapi kalau banyak charger yang tidak dicabut, bisa-bisa daya yang terbuang sia-sia menjadi besar.
4. Charger yang Masih Aman Tercolok Terus-terusan
Charger untuk perangkat penting apa pun yang kalau dicabut akan berhenti berfungsi sebaiknya tetap dicolokkan ke stopkontak. Heine menyarankan agar pengisi daya atau charger untuk smarthome seperti kamera pengawas, bel pintu, dan pencahyaan tegangan rendah tetap terhubung ke sumber listrik.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(astj/astj)