Puluhan kendaraan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami gangguan mesin setelah mengisi BBM jenis Pertalite. Kendaraaan tersebut terpaksa harus dibawa ke bengkel untuk ditangani montir.
Salah satunya di Bengkel Arka Berkah Mandiri di Kampung Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung Padang, sejak empat hari terakhir kebanjiran kendaraan yang mengalami masalah setelah mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU.
"Udah nggak kehitung kayaknya lagi. Itu sekitar 50-an," kata pemilik bengkel, Hendra Febrian kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Hendra, mayoritas mengeluhkan kondisi mesin mobil brebet, kehilangan tenaga hingga mogok dan tidak bisa berjalan. Kendaraan-kendaraan tersebut mulai berdatangan sekitar empat hari terakhir.
Keluhan yang disampaikan pemilik kendaraan juga hampir sama. Mobil awalnya masih bisa hidup, tetapi kemudian kehilangan tenaga dan tidak bisa berjalan normal.
"Keluhannya kendaraan brebet, mobil juga hilang tenaga. Setelah mengisi BBM, BBM nya tersumbat, mobil hidup tapi nggak mau jalan karena BBM nggak lari ke pembakaran kendaraan," ujarnya.
Dari pemeriksaan yang dilakukan di bengkelnya, Hendra mengaku menemukan material halus di dalam tangki sejumlah kendaraan. Ia menyebut material tersebut terlihat seperti debu semen dengan tekstur sangat halus.
"Temuan kita dalam tangki kendaraan itu banyak debu seperti debu semen yang cukup halus. Kita sudah coba saring, tapi debunya tetap jatuh ke bawah karena sangat halus," ungkapnya.
Untuk biaya perbaikan, Hendra mengatakan nominalnya berbeda tergantung tingkat kerusakan kendaraan. Perbaikan ringan dengan mengganti saringan bahan bakar dan mengganti BBM membutuhkan biaya sekitar Rp 700 ribu.
Sementara untuk kerusakan yang membutuhkan penggantian komponen secara lebih menyeluruh, biaya perbaikan bisa mencapai sekitar Rp3 juta.
Respons Pertamina
Pihak Pertamina Patra Niaga merespons kabar tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan atas keluhan tersebut.
Dari sampling dan pengujian awal di sejumlah SPBU, Pertamina menyatakan tidak menemukan campuran air pada sampel Pertalite yang diperiksa. Nilai density atau massa jenis BBM yang diuji juga disebut masih sesuai dengan spesifikasi.
"Pertamina Patra Niaga Sumbagut telah melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas terhadap sejumlah SPBU di Padang dan Agam. Dari hasil pemeriksaaan awal nilai density-nya sudah sesuai dengan spesifikasi," kata Fahrougi dalam keterangan kepada wartawan.
Meski demikian, katanya, pemeriksaan belum berhenti pada hasil awal tersebut.
"Pertamina akan terus melakukan pengecekan secara bertahap dan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan sesuai dengan hasil pengujian di lapangan," kata Fahrougi
Fahrougi mengatakan Pertamina masih melakukan pemeriksaan bertahap untuk memastikan kondisi kualitas BBM di titik-titik penyaluran.
Baca juga: Pertamax Bisa Tembus Rp 20 Ribu/Liter! |
Enam SPBU yang sampelnya diambil yakni SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah, dan SPBU 14.252.582 Jati di Kota Padang. Kemudian SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073, serta SPBU 14.261.532 di Kabupaten Agam.
Simak Video "Dari Sembako Murah, Jadi Energi Kebaikan untuk NTT"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
