Seorang polisi di Thailand menembak mati seorang guru taman kanak-kanak (TK), di sekolah tempatnya bekerja. Pelaku merupakan suami korban.
Dalam insiden penembakan itu, seluruh anak yang ada di TK dipastikan selamat.
Dilansir detikNews dari AFP, Rabu (9/9/2026), polisi yang mendalangi penembakan tersebut sempat pulang ke rumahnya setelah melakukan aksi mengerikan itu di Provinsi Chonburi, sebelah tenggara Bangkok, pada Rabu (9/9) waktu setempat.
Pihak kepolisian setempat kemudian mendatangi rumah pelaku untuk melakukan negosiasi agar mau menyerahkan diri.
Belum diketahui secara jelas motif di balik penembakan mematikan ini.
Ketua dewan distrik Nong Pla Lai, Sayan Komaon kepada AFP menuturkan kronologi penembakan tersebut. Pelaku, seorang polisi setempat, mendatangi sekolah tempat istrinya bekerja pada Rabu (9/9) pagi, sekira pukul 10.30 waktu setempat.
Dia sempat berbicara dengan istrinya, sebelum tiba-tiba menembaknya.
Menurut Sayan, saat penembakan terjadi tidak ada siswa yang menyaksikan karena peristiwa itu terjadi di luar ruang kelas. Dia menambahkan usai melakukan aksinya pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumahnya, dan sejak saat itu seluruh siswa telah dijemput pulang.
Gubernur Chonburi, Naris Niramaiwong, dalam pernyataan via Facebook mengonfirmasi bahwa seluruh anak yang berjumlah 44 orang di TK tersebut telah dievakuasi dengan selamat, bersama tiga guru dan tiga anggota staf lainnya.
Naris mengatakan bahwa personel kepolisian mengepung rumah pelaku dan melakukan negosiasi agar dia menyerahkan diri.
Selain itu, dia juga memerintahkan dilakukan penutupan sementara TK tersebut dan menyatakan bahwa dukungan psikologis akan diberikan kepada anak-anak dan staf sekolah itu.
Aksi penembankan ini menjadi peristiwa terbaru yang mengguncang Thailand. Sebelumnya, sekitar satu bulan lalu seorang remaja menembak mati kakek dan neneknya, kemudian menembak mati lima orang staf dan seorang murid di sekolahnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
Sebelumnya otoritas Thailand berjanji untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api, karena merupakan kawasan kepemilikan senjata api tertinggi.
Tahun 2022 lalu, seorang mantan polisi yang bersenjatakan pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di Thailand bagian utara. Sedikitnya 24 anak dan 12 orang dewasa tewas dalam penyerangan mengerikan tersebut, yang tercatat sebagai salah satu pembantaian paling mematikan di negara tersebut.
Baca selengkapnya di sini
Simak Video "Video: Baku Tembak Dekat Festival di Ohio, 12 Orang Jadi Korban"
(mjy/mjy)