Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan Pulau Kharg, Iran. Ancaman tersebut muncul setelah pertempuran kembali berkobar antara AS dan Iran.
"Pulau Kharg sedang diledakkan hingga hancur lebur!!! Presiden DJT" tulis Trump dalam postingannya dikutip detikNews dari CNBC.
Dalam unggahan tersebut, Presiden AS ini bahkan menyertakan sebuah video, yang diduga AI-generated, yang menunjukkan rentetan ledakan dahsyat di pusat energi Iran tersebut.
Video yang diunggah Trump dalam postingannya itu, menurut Reuters, kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa sintetis, berdasarkan analisis menggunakan software pendeteksi citra yang dimanipulasi oleh AI atau kecerdasan buatan.
Ancaman Trump itu muncul setelah pertempuran kembali berkobar antara AS dan Iran, setelah pasukan Washington membombardir Pulau Larak pada Minggu (30/8) waktu setempat. Ini menjadi serangan pertama AS di wilayah Iran, yang diketahui secara publik, sejak akhir Juli lalu, ketika pertempuran terhenti.
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukannya menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak setelah militer menyatakan Teheran sedang mempersiapkan roket-roket bermuatan ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.
"Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, dalam pernyataannya. "Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (Iran) terpantau sedang bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz," ujar Hawkins.
"Pekan lalu, CENTCOM telah menyelesaikan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut. Pasukan AS terus memantau wilayah tersebut secara ketat dan selalu siap melindungi kelancaran arus perdagangan melalui jalur perairan vital ini," tegasnya.
Pulau Larak merupakan sebuah pulau kecil milik Iran di Selat Hormuz, yang baru-baru ini menjadi titik penting bagi Teheran dalam sektor militer dan pengendalian pelayaran. Pulau itu juga digunakan oleh Garda Revolusi Iran untuk memantau lalu lintas kapal yang melintasi salah satu jalur maritim terpenting di dunia.
Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"
(astj/astj)