Serangan Ukraina Hantam Bus di Lugansk, 8 Orang Tewas

Internasional

Serangan Ukraina Hantam Bus di Lugansk, 8 Orang Tewas

Wildan Noviansah - detikSumut
Kamis, 27 Agu 2026 06:01 WIB
An FP-1 deep-strike drone launches for a combat mission, amid Russias attack on Ukraine, in an undisclosed location in Ukraine, in 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko
Ilustrasi serangan Ukraina (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Jakarta -

Ukraina melancarkan serangan ke wilayah Lugansk, Ukraina timur, yang kini berada di bawah pendudukan pasukan Rusia. Serangan tersebut mengenai sebuah bus yang membawa penumpang dan mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.

"Akibat serangan yang mengerikan ini, delapan orang tewas di lokasi kejadian," kata pemimpin pasukan Rusia di Lugansk, Leonid Pasechnik, dilansir detikNews dari AFP, Rabu (26/8/2026).

Menurut Pasechnik, bus tersebut mengangkut 15 penumpang. Kendaraan itu tengah melakukan perjalanan dari Lysychansk menuju Stakhanov, sebuah kota yang terletak lebih jauh ke arah selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik Rusia-Ukraina telah genap berlangsung selama 4,5 tahun pada bulan ini. Pertempuran antara kedua pihak masih terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah memperingatkan adanya peningkatan jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil.

ADVERTISEMENT

Pasechnik menambahkan, seorang perempuan berusia 20 tahun turut menjadi korban dan meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang ICU. Ia mengecam serangan tersebut dan menilainya sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pasukan Rusia saat ini diketahui telah menguasai seluruh wilayah Lugansk. Sementara itu, Rusia dan Ukraina masih terus melancarkan serangan mematikan, baik di wilayah yang berada di dekat garis depan maupun kawasan yang jauh dari medan pertempuran sepanjang musim panas ini.

Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang yang dimediasi Amerika Serikat juga belum menghasilkan kesepakatan. Proses negosiasi saat ini mengalami kebuntuan, sementara Kremlin belum memperlihatkan indikasi akan mengurangi tuntutan maksimalnya untuk menguasai wilayah Ukraina timur yang masih berada di luar kendali Rusia.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads