Riau

204 Jalur Berpacu di Kuansing, Ada dari Jambi-Sumbar

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 19 Agu 2026 15:10 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Hadly Vavaldi
Pekanbaru -

Setelah sukses menggemparkan dunia lewat 'aura farming', Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa kembali digelar hari ini. Peserta dari berbagai daerah tercatat sudah mendaftar untuk berpacu di Batang Kuantan.

Festival Pacu jalur yang ada sejak dari abad 17 itu akan kembali digelar pada 19 sampai 23 Agustus. Panitia mencatat saat ini sudah ada 204 jalur mendaftar ke panitia.

"Total sampai pendaftaran ditutup ada 204 jalur mendaftar. Hari ini pembukaan di hari pertama oleh Pak Plt Gubernur SF Hariyanto di Tepian Narosa," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, Rabu (19/8/2026).

Tekad menyebut jalur yang telah mendaftar berasal dari berbagai kabupaten di Provinsi Riau. Selain itu, ada juga jalur dari Sumatera Barat dan Jambi.

"Ada jalur dari Jambi dan Sumatera Barat juga ikut mendaftar. Tentu ini menjadi jalur yang akan berlaga selama event digelar di Batang Kuantan dalam beberapa hari ini," kata Tekad.

Fastival Pacu Jalur sendiri digelar selama 5 hari terhitung sejak hari ini. Puncaknya saat final akan digelar pada 23 Agustus.

Antusiasme masyarakat menyaksikan pacu jalur terlihat sudah bergeliat. Apalagi, event ini menjadi event terbesar di Kota Jalur tiap tahun dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Sejarah Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Sejarah pacu jalur berlanjut saat kedatangan Belanda ke Kuansing dan menduduki Kota Teluk Kuantan. Belanda menggunakan pacu jalur sebagai ucapan ulang tahun pada pimpinannya Ratu Wihelmina.

Saat itu, pacu jalur digelar pada 31 Agustus bukan lagi saat hari besar Islam. Pacu jalur memberikan hadiah bagi pemenang 1-4 berupa tonggol, yaitu bendera berukuran besar yang dihias dengan nomor jalur berada di tengahnya.

Kegiatan pacu jalur sempat berhenti ketika pendudukan Jepang serta agresi militer 1 dan 2. Ketika itu, sektor ekonomi benar-benar hancur sehingga kehidupan masyarakat berantakan. Masyarakat harus berusaha keras memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kelanjutan kehidupannya. Masyarakat seperti tak ada tenaga menghidupkan pacu jalur seperti tahun-tahun sebelumnya.



Simak Video "Prabowo Bakal Kasih Jabatan Ini Berkat Penanganan Karhutla"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork