Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran sebagai "negosiator yang licik". Untuk menyelesaikan konflik kedua negara, Trump memaparkan dua opsi sebagai diplomasi.
Awalnya Trump menyebut situasi Teheran terpuruk secara ekonomi. Dia pun mengancam akan menyerang negara tersebut.
"Saya bisa dibilang sedang melakukan negosiasi. Mereka (Iran-red) adalah negosiator yang sangat licik," ujarnya dikutip detikNews dari Reuters, Rabu (12/8/2026).
Sejak perang berkecamuk pada akhir Februari lalu, sikap Trump terus berubah-ubah antara melontarkan ancaman eskalasi dan mengklaim kesepakatan damai sudah di depan mata.
Pakistan, salah satu mediator, mengatakan pada Selasa (11/8) bahwa AS dan Iran sudah hampir mencapai "semacam" kesepakatan. Sedangkan Qatar, juga menjadi mediator, menyebut pembicaraan soal pengelolaan Selat Hormuz telah mencapai tahap lanjut, meskipun ada laporan serangan baru terhadap kapal-kapal di jalur perairan strategis tersebut.
Trump, dalam wawancara terbaru, menyebut salah satu kemungkinan strateginya sebagai berikut: "Melakukan apa yang sedang saya lakukan sekarang: jalani saja situasinya dan lihat betapa buruknya kondisi mereka."
"Secara ekonomi, mereka (Iran-red) kacau-balau. Mereka tidak bisa meminjam uang. Kita menguasai uang mereka, aset yang mereka miliki, yang jumlahnya sangat besar. Mereka punya banyak, dan kita memegang kendali total atasnya. Sayalah bankir mereka," kata Presiden AS tersebut, merujuk pada aset Iran yang dibekukan.
Opsi lainnya, sebut Trump, adalah: "Menyerang mereka dengan sangat, sangat keras".
Simak Video "Video: Trump Akan Lakukan Cara Apapun untuk Capai Kesepakatan dengan Iran"
(astj/astj)