Wilayah Pangadaran, Jawa Barat, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,2. Akibatnya enam kereta api terpaksa berhenti darurat saat gempa berlangsung.
Dikutip detikNews, gempa tersebut terjadi pada Rabu (5/8) malam. Gempa tersebut dirasakan kuat di sejumlah perlintasan vital Daop 2 Bandung, meliputi lintas Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyebutkan Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menginstruksikan seluruh KA di lintas terdampak untuk melakukan berhenti luar biasa (BLB), baik di stasiun maupun di tengah petak jalan, guna memeriksa kelaikan infrastruktur perkeretaapian.
"Keselamatan merupakan prioritas utama. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo, dikutip detikNews dari Antara, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: 13 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,1 di Jepang |
KAI Daop 2 Bandung juga segera mengerahkan petugas untuk mengecek jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, dan infrastruktur pendukung lainnya sebelum mengizinkan operasional kereta dilanjutkan.
Kuswardojo mengatakan tindakan penghentian darurat tersebut berpotensi memicu keterlambatan perjalanan kereta, tapi keputusan tersebut dilakukan demi keselamatan penumpang.
"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," ujarnya.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan," ungkapnya.
Kuswardojo menambahkan, tim prasarana KAI Daop 2 Bandung langsung melakukan pemeriksaan ketat di sepanjang jalur rel begitu gempa terjadi, guna memastikan tidak ada pergeseran struktur ataupun kerusakan pada jembatan dan terowongan sebelum jalur kembali dibuka secara normal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran petugas prasarana KAI Daop 2 Bandung, dipastikan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada prasarana maupun infrastruktur operasional kereta api. Dengan demikian, seluruh perjalanan kereta api yang sempat dihentikan sementara telah kembali dioperasikan secara normal.
Simak Video "Video: Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 140 Unit"
(astj/astj)