Kantor Pusat Starbucks Digeledah Polisi!

Kantor Pusat Starbucks Digeledah Polisi!

Novi Christiastuti - detikSumut
Rabu, 05 Agu 2026 22:40 WIB
Starbucks
Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Kantor pusat Starbucks di Korea Selatan (Korsel) digeledah polisi. Penggeledahan ini berkaitan dengan insiden "Tank Day" atau iklan kampanye Starbucks.

Dikutip detikNews dari AFP, penggeledahan terjadi pada Rabu (5/8) waktu setempat. Iklan Starbuks itu diduga telah mencemarkan nama baik para aktivis yang tewas dalam unjuk rasa pro-demokrasi tahun 1980 silam.

Starbucks Korea bikin heboh ketika meluncurkan promosi "Tank Day" pada 18 Mei lalu, yang mempromosikan rangkaian baru tumbler berkapasitas besar untuk minuman kopi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan peristiwa pemberontakan pro-demokrasi di Gwangju pada tahun 1980 silam, ketika sedikitnya 165 warga sipil tewas saat rezim diktator militer Korsel mengerahkan tank-tank ke jalanan.

ADVERTISEMENT

Jaring kedai kopi tersebut dituduh meremehkan gerakan protes bersejarah di negara tersebut, dan menghina mereka yang telah gugur dalam unjuk rasa tersebut, yang dikenang sebagai martir oleh banyak warga Korsel.

Kelompok masyarakat sipil dan keluarga korban yang berduka mengajukan aduan yang menuduh Shinsegae Group, perusahaan yang mengoperasikan Starbucks Korea, telah mencemarkan nama baik dan menghina para korban dan keluarga mereka.

"Kepolisian Seoul menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pagi ini sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung," kata juru bicara Shinsegae Group kepada AFP, sembari menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Kepolisian Seoul menyatakan bahwa penyelidikan terhadap perusahaan tersebut masih berjalan, namun enggan memberikan informasi tambahan mengenai kasus ini.

Aduan terhadap Starbucks Korea menyebutkan nama Chairman Shinsegae Group Chung Yong Jin dan mantan CEO Starbucks Korea Son Jung Hyun, yang telah dipecat akibat kegaduhan yang muncul.


Kontroversi iklan tersebut juga menyinggung frasa-frasa yang pernah digunakan para pejabat kala itu untuk menepis tuduhan bahwa mereka telah menyiksa seorang aktivitas mahasiswa hingga tewas.

Korsel merupakan pasar terbesar ketiga bagi raksasa kopi tersebut, setelah Amerika Serikat (AS) yang menjadi lokasi perusahaan itu didirikan dan China.

Kontroversi ini memicu permintaan maaf kepada publik dan penutupan lebih awal secara serentak di lebih dari 2.000 gerai jaringan tersebut di seluruh Korsel pada Juni lalu, guna memberikan pendidikan mengenai sejarah kepada para staf.

Shinsegae Group sebelumnya menyatakan bahwa investigasi internal mereka tidak menemukan bukti adanya pelanggaran yang disengaja. Namun, pihak perusahaan mengakui adanya keterbatasan dalam audit mereka, seperti penolakan eksekutif yang bertanggung jawab atas perencanaan kampanye iklan tersebut untuk menyerahkan ponselnya.

Para penyidik kepolisian, menurut kantor berita Yonhap News Agency dan KBS, sedang mencari bukti yang tidak disertakan dalam penyelidikan internal perusahaan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mencicipi Beragam Kuliner Ayam yang Menggugah Selera di Korea"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads