911 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem Melanda Belanda

Internasional

911 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem Melanda Belanda

Wildan Noviansah - detikSumut
Kamis, 16 Jul 2026 15:20 WIB
Ilustrasi Cuaca Akhir-akhir Ini Panas Sekali
Foto: Ilustrasi cuaca panas. (freepik/Magnific)
Jakarta -

Lebih dari 900 kematian tercatat terjadi pada akhir Juni dan awal Juli akibat suhu panas ekstrem yang melanda Belanda. Gelombang panas masih terus dirasakan di kawasan Eropa Barat.

"Penyebab kematian ini belum diketahui pasti, namun sangat besar kemungkinan bahwa faktor cuaca panas turut berperan," kata Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan (RIVM) dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Kamis (16/7/2026), dikutip dari detikNews.

Lembaga tersebut menyatakan pada periode 22 Juni hingga 5 Juli tercatat ada 911 kematian di negara itu. Jumlah itu lebih banyak daripada biasanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok yang mengalami dampak paling parah yakni lansia berusia 80 tahun ke atas. Begitu pula dengan warga yang tinggal di wilayah selatan dan timur.

Di beberapa area, suhu udara mencapai titik tertinggi mendekati 40 derajat Celsius.

ADVERTISEMENT

Serangkaian gelombang panas yang melanda Eropa belakangan ini telah memecahkan rekor suhu. Hal itu menyebabkan ribuan kematian berlebih di sejumlah negara, termasuk Belgia, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Kelompok ilmuwan dari World Weather Attribution mengatakan, gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni ini dinilai 'hampir mustahil terjadi' tanpa adanya andil dari perubahan iklim.

Sebelumnya, Prancis juga melaporkan sedang berjuang memadamkan dua kebakaran hutan. Peristiwa itu menghanguskan sekitar 1.300 hektare area hutan bersejarah di sebelah selatan Paris pada Senin (13/7) waktu setempat.

Kepolisian Prancis telah menangkap sedikitnya dua orang terkait dugaan aksi pembakaran yang memicu kebakaran hutan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (14/7/2026), kebakaran hutan tersebut mulai terjadi pada Minggu (12/7) waktu setempat di area hutan Fontainebleau yang luas, yang merupakan bekas area perburuan era kerajaan yang kini dihiasi desa-desa yang tenang. Hutan itu terletak sekitar 60 kilometer di sebelah tenggara Paris.

Di tengah gelombang panas yang menyelimuti kawasan itu, kebakaran hutan -- yang tergolong jarang di wilayah utara Prancis -- meluas dengan cepat di area yang merupakan cagar biosfer UNESCO tersebut. Bencana ini mengakibatkan terjadi ganggu layanan kereta api dan lalu lintas di jalan raya saat liburan akhir pekan yang ramai.

Kondisi itu membuat, pesawat pemadam kebakaran dan para petugas pemadam sepanjang hari berupaya keras memadamkan kobaran api.

Komandan operasi penyelamatan, Jean-Marc Sicard, mengatakan bahwa 187 penyiraman air dari udara telah dilakukan, dengan sekitar 600 petugas pemadam kebakaran masih bertugas dan akan bekerja secara bergantian untuk memadamkan api.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa hingga Senin (13/7) sore, kobaran api telah merambat hingga mencakup area seluas hampir 1.200 hektare. Dia menyebut kebakaran kedua terjadi pada Senin (13/7) sore, dan telah menghanguskan sekitar 100 hektare lahan.

Sebanyak 1.000 orang yang ada di dalam dan di sekitar hutan Fontainebleau telah dievakuasi.

Baca selengkapnya di sini

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik] (mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads