Wahana bianglala di Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang mendadak berhenti saat sedang beroperasi. Bianglala itu diduga mati mendadak karena pengunjung yang terlalu banyak.
Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan pihaknya telah mengecek ke lokasi kejadian. Selain itu, pihak kepolisiain juga telah meminta keterangan dari pekerja hingga pengelola pasar malam itu
"Sudah kita sudah interogasi kemarin di lapangan," kata Ras Maju saat dikonfirmasi detikSumut, Senin (13/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ras Maju menyebut peristiwa bianglala terhenti itu diduga disebabkan pengunjung yang berlebihan. Akibatnya, mesin tidak sanggup untuk memutar bianglala itu.
Setelah kejadian itu, kata Ras Maju, pihak pengelola pun menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengevakuasi para pengunjung
"Dari keterangan karyawannya saat kita cek TKP, karena pengunjung itu muatannya itu terlalu banyak, sehingga mesinnya tidak tidak sanggup memutar, hingga mati mesinnya," ujarnya.
Sebelumnya, Komandan Team Rescue C Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Deliserdang, Sudarso Roy Simatupang mengatakan, sebanyak 30 orang terjebak di wahana. Peristiwa terjadi pada Sabtu (11/7) pukul 21.45 WIB.
"Disdamkarmat menerima laporan wahana bianglala mendadak berhenti dan langsung bergerak menuju lokasi," ujar Roy melalui keterangan tertulis diterima detikSumut, Minggu (12/7).
Adapun korban terdiri dari 14 orang anak- anak dan 16 orang dewasa. Terdapat dua orang korban luka dari pihak pengelola.
Dalam keterangan tersebut, diketahui berhentinya wahana bianglala diakibatkan korsleting listrik.
"Terjadi korsleting listrik sehingga wahana berhenti. Saat menerima laporan kami berkoordinasi dengan pelapor dan unsur lainnya untuk segera menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi non-kebakaran," ungkap Roy.
