Sedih, Bocah Disabilitas Ini Patah Tulang Usai Kejang

Regional

Sedih, Bocah Disabilitas Ini Patah Tulang Usai Kejang

Riani Rahayu - detikSumut
Minggu, 05 Jul 2026 07:29 WIB
Bocah disabilitas di Samarinda yang patah tulang usai alami kejang.
Foto: Bocah disabilitas di Samarinda yang patah tulang usai alami kejang (Riani Rahayu/detikKalimantan)
Samarinda -

Danisa, seorang bocah penyandang disabilitas asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), yang selama bertahun-tahun berusaha belajar bergerak dengan cara merangkak dan berpegangan pada dinding rumah, kini harus mengulang perjuangannya dari awal. Hal itu terjadi setelah ia mengalami patah tulang yang dipicu oleh kejang.

Siti Khadijah, ibu Danisa, mengungkapkan bahwa putrinya tidak sempat memperoleh imunisasi ketika masih bayi. Ia menjelaskan, kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sangat sulit, ditambah akses menuju fasilitas kesehatan yang cukup jauh, membuat Danisa tidak menjalani imunisasi.

"Kondisi kami waktu itu susah, fasilitas kesehatan juga jauh, jadi Danisa tidak sempat imunisasi," ujar Siti saat ditemui di kediamannya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, Sabtu (4/7/2026) melansir detikKalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah sambung Danisa, Yulifiadi, menuturkan bahwa patah tulang yang dialami bocah berusia 13 tahun tersebut terjadi beberapa waktu lalu. Sehari sebelum kejadian, Danisa masih sempat bermain bersama adik-adiknya dan menonton video di ponsel seperti biasanya.

"Paginya istri saya teriak karena Danisa kejang. Saya kira cuma digigit serangga. Waktu mau diangkat, ternyata kakinya sudah patah dan bengkok," katanya.

ADVERTISEMENT

Yulifiadi menjelaskan, Danisa lahir dalam kondisi prematur dan sejak kecil memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak dapat berjalan secara normal. Namun, seiring bertambahnya usia, ia sempat menunjukkan perkembangan dengan mampu merangkak dan berpindah tempat sambil berpegangan pada dinding rumah.

"Karena patah tulang itu, yang tadinya mulai bisa jalan jadi tidak bisa. Selain berobat, Danisa juga harus belajar bergerak dari awal," terangnya.

Tak hanya mengalami gangguan fisik, Danisa juga beberapa kali mengalami kejang tanpa disertai demam ataupun keluhan kesehatan lainnya. Hingga kini, keluarga masih belum mengetahui apakah riwayat kejang tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang dialaminya saat ini.

"Ini masih kami bawa kontrol ke dokter. Jadi masih menunggu penjelasan dari dokter, apa penyebab kondisinya," tuturnya.

Keterbatasan fisik yang dimiliki Danisa juga membuatnya belum pernah mengenyam pendidikan formal. Meski bukan anak kandung, Yulifiadi yang bekerja sebagai buruh bangunan mengaku telah menganggap Danisa sebagai anaknya sendiri sejak menikah dengan Siti Khadijah. Apalagi, Danisa telah kehilangan ayah kandungnya sejak masih berusia kecil.

"Saya cuma berharap dia cepat sembuh, bisa ceria lagi, dan bisa jalan lagi," pungkasnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads