Lirik Lagu 'Teh Hijau' - Tulus, Single Terbaru yang Maknanya Mendalam Banget!

Lirik Lagu 'Teh Hijau' - Tulus, Single Terbaru yang Maknanya Mendalam Banget!

Aisyah Luthfi - detikSumut
Jumat, 03 Jul 2026 05:00 WIB
Tangkapan layar lagu Tulus Teh Hijau.
Foto: YouTube Tulus. Tangkapan layar lagu Tulus Teh Hijau.
Medan -

Solois kenamaan tanah air, Tulus, akhirnya resmi kembali menyapa para pendengar setianya lewat perilisan single terbaru yang diberi judul "Teh Hijau" pada Selasa, 30 Juni 2026. Lagu ini menjadi karya segar pertama sang musisi setelah penantian panjang selama kurang lebih empat tahun sejak ia meluncurkan album fenomenal "Manusia" pada 2022 silam.

Tak butuh waktu lama bagi pelantun lagu "Hati-Hati di Jalan" ini untuk mencuri perhatian publik. Sejak pertama kali rilis, lagu "Teh Hijau" langsung mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari pencinta musik tanah air hingga sukses nangkring di jajaran trending platform musik.

Hingga saat ini, video lirik resminya yang diproduksi oleh desainer grafis dan pembuat animasi Artnivora telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali di kanal YouTube resmi Tulus. Berkat antusiasme yang begitu masif tersebut, lagu "Teh Hijau" berhasil menempati peringkat ke-3 dalam daftar Music Trending YouTube Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi detikers yang penasaran ingin menyanyikan sekaligus meresapi bait demi bait lagunya, berikut adalah lirik lengkap lagu "Teh Hijau" dari Tulus beserta makna mendalam yang tersimpan di dalamnya.

Lirik Lagu "Teh Hijau" - Tulus

Hari-hari berulang

ADVERTISEMENT

Misteri lenyap senang

Ada saran kudengar

Lebih sering keluar ke alam

Saran makin kudengar

Cari hal asing yang menantang

Keluar dari benteng

Dari tempatmu yang sekarang

Tak ada yang hilang dariku belakangan

Sedang tak mudah bertemu rasa senang

Sedang kucari yang jadi pencetusnya

Mungkin hilangnya atau siklus hidupku

Mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku memang sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun (Apapun, siapapun)

Tambah gerak tubuhmu

Baca buku yang baru

Ragam saran brilian

Yang belum kunjung jadi penawar

Untuk yang hilang dariku belakang

Senang kucoba memahami alurnya

S'moga segera kutemukan jawaban

Tapi kini kurayakan hampa ini, oh

Mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku memang sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Kulihat mana di kendaliku

Teh hijau ini yang di tanganku

Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh

Lepaskan, lepas kemurunganku

Hijau kembali jiwa gersangku

Ambillah sayang sebanyak waktu yang kau perlu

Mungkin (Aku sedang tak bisa)

Aku sedang tak bisa (Tak bisa jatuh cinta)

Tak bisa jatuh cinta (Membuka hati 'tuk apapun, siapapun)

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta (Membuka hati 'tuk apapun, siapapun)

Tanpa itu, tanpanya

Apapun yang mungkin hilang itu

Mungkin ini siklusnya

Sudah garis jalannya

Esok, esok akan lebih elok

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku sedang tak bisa

Tak bisa jatuh cinta

Membuka hati 'tuk apapun, siapapun

Dan mungkin aku sedang tak bisa T

ak bisa jatuh cinta (Apapun, siapapun)

Makna di Balik Lagu "Teh Hijau"

Seperti karya-karya Tulus terdahulu, lagu "Teh Hijau" tetap mempertahankan kekuatan utamanya pada barisan lirik yang puitis sekaligus reflektif. Di balik aransemen musiknya yang dikemas secara hangat, ringan, dan menenangkan, lagu ini ternyata mengangkat tema psikologis yang cukup mendalam, yaitu tentang fase kehampaan, kehilangan arah, serta proses pelik berdamai dengan diri sendiri.

Melalui lagu ini, Tulus menceritakan realitas emosional seseorang yang sedang kehilangan rasa bahagia di dalam hidupnya. Ia berada di fase buntu, di mana ia merasa sangat sulit untuk membuka hati terhadap hal apa pun maupun kepada siapa pun. Meski ia sudah mencoba berbagai cara positif dan mendengarkan banyak saran brilian dari orang luar, seperti pergi ke alam terbuka, mencari tantangan baru, rajin berolahraga, hingga membaca buku baru, ia tetap saja belum kunjung menemukan jawaban atas kekosongan jiwanya.

Lagu "Teh Hijau" membawa pesan emosional bahwa setiap orang memiliki lini masa, fase, dan proses pemulihan (healing) yang berbeda-beda. Liriknya secara lembut mengajak para pendengar untuk berani menerima setiap emosi negatif yang hadir sebagai bagian alamiah dari perjalanan hidup, bukan sesuatu yang harus terus-menerus dilawan atau disangkal.

Penggunaan judul "Teh Hijau" melambangkan ketenangan spiritual dan harapan. Secangkir teh hijau hangat di tangan melambangkan sebuah ajakan agar seseorang bisa berhenti sejenak, fokus pada hal-hal kecil yang masih berada di bawah kendali diri sendiri, serta percaya dengan lapang dada bahwa setelah masa gersang dan sulit berlalu, hari esok yang lebih elok pasti akan datang.

Secara keseluruhan, Tulus sukses menghadirkan "Teh Hijau" sebagai sebuah karya kontemplatif yang sangat cocok menjadi teman refleksi hangat bagi siapa saja di antara detikers yang mungkin saat ini sedang melewati fase-fase hampa dalam hidup.

Nah, itulah lirik dan makna mendalam dari lagu terbaru Tulus yang berjudul "Teh Hijau". Apakah lagunya sudah masuk ke dalam daftar putar teratas kamu minggu ini, detikers?




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads