Menko AHY Singgung Pendekatan Riset Pembangunan Kota Saat Penutupan Apeksi

Menko AHY Singgung Pendekatan Riset Pembangunan Kota Saat Penutupan Apeksi

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Kamis, 02 Jul 2026 21:41 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung pentingnya pendekatan riset dan saintifik dalam pembangunan kota. Hal ini disampaikan AHY dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 di Grand City Hall Medan.

"Pendekatan saintifik, riset, inovasi, teknologi yang aplikatif ini juga sangat diperlukan. Tadi saya mengajak kolaborasi lintas sektor, termasuk bagaimana kita bisa melibatkan semua komponen masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan kota sampai dengan eksekusi dan pengawasannya di lapangan," ujar AHY saat diwawancarai usai penutupan Rakernas APEKSI di Medan, Kamis (2/7/2026).

AHY menyebut, dalam momen penutupan Rakernas APEKSI, dirinya mencoba membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah kota untuk membangun kota-kota yang tangguh sebagai pondasi bagi kedaulatan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Rakernas APEKSI menjadi momentum untuk saling mendengar di antara para pemerintah kota.

"Tentu kita harus saling mendengar, karena para walikota lah, merekalah para pemimpin yang langsung bersentuhan dengan rakyat, warga kota yang paling mengetahui masalah yang dihadapi hari ini, mulai dari derasnya arus urbanisasi, kemudian tentu bebannya makin berat untuk kota," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengatakan, permasalahan perkotaan mencakup berbagai hal termasuk wilayah perumahan atau kawasan permukiman, transportasi, kemacetan, sampah, permasalahan lingkungan hingga banjir.

"Termasuk ketimpangan ekonomi sosial, yang semua itu harus dicarikan solusinya," jelasnya.

Menurut AHY, infrastruktur dan pembangunan konektivitas antar wilayah menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Termasuk membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru.

"Tentu sesuai dengan potensi masing-masing, tapi juga infrastruktur yang semakin terintegrasi, konektivitas yang semakin melayani dengan baik, ini juga bisa menghadirkan kota yang semakin modern, maju, aman, nyaman, dan juga produktif," katanya.

Ia berharap kota-kota di Indonesia dapat menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Serta membuka lapangan pekerjaan yang juga menghadirkan penghasilan yang layak, daya beli, dan perputaran ekonomi yang bisa berdampak langsung pada masyarakat di kota-kota tersebut.

"Kami mendorong dari sisi koordinasi lintas kementerian lembaga, dari mulai agraria atau tata ruangnya sampai dengan eksekusi pembangunan fisik dan pemerataan pembangunan antar wilayah," pungkasnya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads