Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein minta maaf soal lagunya yang berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat'. Ia mengaku tak punya maksud menyinggung siapapun di lagu tersebut khususnya perempuan.
"Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini, dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung," katanya dikutip detikJabar, Kamis (2/7/2026).
"Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak mendeskripsikan siapa pun," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saepul bercerita lagu tersebut dibuatnya pada 2020 lalu saat dirinya masih nakal. Namun ia bersyukur menjadi seorang laki-laki yang tidak terjebak kenakalan remaja lebih dalam.
"Itu berawal dari sebuah puisi yang saya buat pada tahun 2020. Saat itu dibuat oleh seorang Om Zein yang masih seorang pengembara, bukan oleh Om Zein sebagai bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," lanjut dia.
Di masa lalu, Saepul mengaku pernah berada dalam fase kehidupan yang menurutnya "berandalan" atau nakal. Sehingga lahirlah lagu tersebut.
"Dulu saya merasa dalam kategori berandalan atau nakal. Saya kemudian merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan menjadi laki-laki. Kalau menjadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang ingin saya ungkapkan. Saat itu saja sebagai laki-laki rambut saya panjang, apalagi kalau menjadi perempuan. Hal-hal itulah yang kemudian tertuang dalam lirik lagu," ungkapnya.
Puisi itu kerap ia bacakan dalam berbagai kesempatan. Hingga pada 2023, seorang seniman datang kepadanya dan meminta izin untuk mengaransemen puisi tersebut menjadi sebuah lagu.
"Puisi itu sering saya bacakan. Tahun 2023, saat saya juga masih belum menjadi bupati, ada seorang seniman datang dan meminta agar puisi itu diaransemen menjadi lagu. Bagi saya tidak ada masalah, akhirnya dibuatlah menjadi lagu," katanya.
Om Zein juga menegaskan tidak menggunakan fasilitas negara ataupun Aparatur Negara (ASN) saat memproduksi lagu ciptaannya. Karena lagi diciptakan pada tahun 2020 dan rilis tahun 2023, sebelum menjadi kepala daerah.
"Nggak ada. Video itu juga ditayangkan di akun pribadi, baik TikTok pribadi, Instagram pribadi maupun YouTube pribadi," imbuhnya.
Terkait adanya somasi maupun tuntutan agar lagu tersebut ditarik dari peredaran, Binzein mengaku belum mengambil keputusan. Ia menegaskan akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan kuasa hukumnya sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Untuk kata-kata yang dianggap kontroversial saya sudah meminta maaf. Kalau untuk somasi, karena ini kaitannya dengan aspek hukum, saya harus konsultasi dulu dengan lawyer saya. Apakah nanti akan di-takedown atau seperti apa. Karena sampai saat ini juga belum ada pelarangan terhadap lagu itu," pungkasnya.
Simak Video "Video: Permintaan Maaf Gus Elham atas Viralnya Video Cium Anak Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
