Heboh 2 Pria Disebut 'Maling' Dilakban Jadi Teletubbies, Faktanya Begini

Heboh 2 Pria Disebut 'Maling' Dilakban Jadi Teletubbies, Faktanya Begini

Jabbar Ramdhani - detikSumut
Kamis, 02 Jul 2026 21:00 WIB
Video pria dihukum dilakban seluruh tubuh menyerupai karakter fiksi anak Teletubbies, Tinky Winky, karena kepergok mencuri viral di medsos. Ini faktanya. (dok Pribadi/Syahroni)
Foto: Video pria dihukum dilakban seluruh tubuh menyerupai karakter fiksi anak Teletubbies, Tinky Winky, karena kepergok mencuri viral di medsos. Ini faktanya. (dok Pribadi/Syahroni)
Medan -

Satu video yang menampilkan dua orang pria dilakban mirip Teletubbies karena mencuti viral di media sosial. Namun, faktanya kedua pria tersebut bukanlah pencuri seperti narasi yang disebutkan.

Dilihat dari video beredar, kedua pria yang disebut maling itu dihukum warga dengan dibungkus seluruh tubuhnya menggunakan lakban. Bagian kepala mereka dibentuk menyerupai karakter tertentu, salah satunya Tinky Winky, atau ada juga yang menyebutnya Upin Ipin versi lokal.

Kedua pria itu tampak tak berdaya karena hanya tersisa mata, hidung, dan mulut yang tak ditutup lakban. Ternyata keduanya adalah konten kreator yang tengah asal Malang Jawa Timur yang tengah menjalani challenge.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini aku sama temenku, namanya Feri Wedon, aku sama Feri Wedon ini konten kreator," kata Syahroni salah satu pria yang dilakban mirip Teletubbies saat dihubungi Kamis (2/7/2026) seperti dilansir detikNews.

Dia mengaku sering membuat konten di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Lalu, mereka mendapatkan tantangan (challenge) dari salah satu penonton saat live.

ADVERTISEMENT

"Lagi menjalankan live TikTok, terus di-challenge orang, dikasih gift suruh lakban (badan) full. Selesai dilakban, makan terasi, jadi seperti orang kesakitan," jelasnya.

Namun, kemudian video tersebut diambil akun medsos di Instagram dan diberikan narasi yang tak sesuai. Dia menegaskan video maling motor dihukum menjadi Tinky Winky Teletubbies tak sesuai fakta.


"Akhirnya diambil akun IG, namanya "Harian Kampung". Di situ dikasih narasi yang nggak bermutu dan nggak sesuai, akhirnya viral, rame semua media sosial," kata Syahroni.

"Untuk yang sebenarnya itu, kita ini konten kreator Batre TV YouTube, bukan maling," tambah dia.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads