Walkot Rico di Rakernas Apeksi: 85 Ribu Warga Medan Terdampak Banjir

Walkot Rico di Rakernas Apeksi: 85 Ribu Warga Medan Terdampak Banjir

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Kamis, 02 Jul 2026 04:01 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas. (Foto: dok. Pemkot Medan)
Wali Kota Medan Rico Waas. (Foto: dok. Pemkot Medan)
Medan -

Wali Kota (Walkot) Medan Rico Waas menyinggung peristiwa banjir yang melanda Medan pada November 2025 lalu dalam dialog kota tangguh yang merupakan rangkaian kegiatan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan. Dalam kesempatan itu, Rico menyebut banjir besar tersebut berdampak kepada sekitar 85 ribu warga.

"Saat banjir besar melanda 19 dari 21 kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan volume sampah melonjak dari sekitar 1.500-1.700 ton menjadi 6.500 ton per hari, berdampak pada sekitar 85 ribu warga, serta memaksa 25 ribu orang mengungsi," ujar Rico dalam Dialog Tangguh Rakernas APEKSI di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026).

Dalam situasi itu, kata Rico, Kota Medan menerima 163 ton bantuan beras yang disalurkan kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kolaborasi menjadi kunci ketika bencana terjadi. Bantuan yang datang dari berbagai pihak sangat membantu masyarakat terdampak. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita bangun antardaerah," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Rico, ketangguhan sebuah kota tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui perencanaan yang matang, penganggaran yang tepat, serta kemampuan bangkit setelah bencana berlalu

Ia ia menyenut, tema Dialog Kota Tangguh diangkat dari pengalaman banjir besar yang melanda Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumatera pada awal tahun lalu.

"Kita hidup di negara yang berada di kawasan ring of fire. Bencana bisa terjadi di mana saja, dari Aceh sampai Papua. Karena itu kita harus memikirkan bagaimana kota-kota kita tetap tangguh, bukan hanya saat menghadapi bencana, tetapi juga sejak tahap perencanaan dan setelah bencana itu terjadi," kata Rico.

Ia menegaskan, konsep kota tangguh harus tercermin dalam setiap kebijakan daerah, termasuk penyusunan APBD. Menurutnya, pemerintah harus mampu menetapkan prioritas pembangunan yang mendukung mitigasi sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

"Apakah kita sudah tangguh ketika menyusun APBD? Prioritas apa yang harus didahulukan? Setelah bencana terjadi, apakah kita mampu bangkit kembali dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama," ungkapnya.

Selain membahas mitigasi bencana, Rico Waas juga mengajak pemerintah kota memperkuat ketahanan pangan melalui kerja sama dengan daerah penyangga dan pengembangan urban farming. Ia berharap Dialog Kota Tangguh menghasilkan gagasan dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan dialog hari ini melahirkan banyak ide dan solusi yang dapat diterapkan di kota-kota Indonesia. Dengan saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi, saya yakin kita dapat mewujudkan kota-kota yang semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan," pungkasnya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads