Pencurian sepeda motor belakangan marak terjadi di Lapangan Merdeka Medan. Dalam beberapa pekan terakhir, tiga kejadian kehilangan sepeda motor terjadi beruntun.
Terbaru, seorang sopir ojek online, M Wahyudi Arfy (32) kehilangan sepeda motor yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah. Saat itu Arfy tengah menonton Gelar Melayu Serumpun (Gemes) di Lapangan Merdeka Medan.
Terkait hal ini, Wali Kota Medan Rico Waas mengaku akan mengevaluasi pengelolaan parkir di Lapangan Merdeka Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menjadi bagian dari evaluasi kita yang akan terus kita tingkatkan," ujar Rico saat diwawancarai di Medan, Selasa (30/6/2026).
Ia mengaku, peningkatan keamanan memang harus dilakukan khususnya saat berlangsungnya acara besar yang mengundang keramaian.
"Di mana daerah yang ramai, padat, ada acara besar, memang harus ditingkatkan lagi pengamanan-pengamanan tersebut, ya," tambahnya.
Menurut Rico, saat ini laporan kehilangan sepeda motor tersebut sudah diterima. Ia berharap pihak kepolisian setempat bisa segera menindaklanjutinya.
"Kemarin sudah kami terima laporannya dan sedang diproses. Mudah-mudahan nanti juga dibantu oleh rekan-rekan Polres juga dan Polsek terdekat agar nantinya bisa diselesaikan permasalahan tersebut," ungkapnya.
Rico juga berjanji pihaknya akan meningkatkan pembinaan para juru parkir yang ada di Lapangan Merdeka Medan.
"Tapi yang terpenting adalah kami akan terus meningkatkan kualitas dari pelayanan dari Pemerintah Kota Medan, termasuk para jukir," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kejadian nahas menimpa seorang pengemudi ojek online (online) bernama M Wahyudi Arfy (32). Pasalnya, motor yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah, hilang saat tengah menonton Gelar Melayu Serumpun (Gemes) di Lapangan Merdeka Medan.
Arfy mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di dekat Lapangan Merdeka, tepatnya di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Medan Barat. Awalnya, Arfy berangkat dari rumahnya di Kecamatan Medan Area untuk jalan-jalan bersama anak istrinya.
Setibanya di Lapangan Merdeka, Arfy melihat ada ramai warga yang tengah berkumpul di Lapangan Merdeka itu. Rupanya pada saat itu tengah ada acara Gemes IX tahun 2026. Acara itu sebelumnya dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Waas.
Arfy pun memutuskan untuk membawa keluarganya melihat acara itu dan memarkirkan sepeda motornya di dekat Pos Bloc Jalan Bukit Barisan sekira pukul 23.00 WIB. Dia menyebut di lokasi itu juga banyak motor yang terparkir. Dia meninggalkan motornya dalam keadaan terkunci.
"Saya lihat kok ramai kali, ada acara Melayu itu rupanya. Ya sudah sekalian ke situlah ngajak anak main perosotan di situ. Nggak lama sih, sekitar 15 menit sampai 20 menit aja saya di dalam," sebutnya, Senin (29/6).
Korban pun keluar menuju ke tempat motornya jenis Supra X 125 diparkirkan. Betapa kagetnya Arfy melihat motornya sudah tidak berada lagi di lokasi.
Arfy sudah berupaya mencari motornya itu ke sekitaran lokasi, tetapi tak juga ditemukan. Arfy pun meminta bantuan Dinas Perhubungan untuk mengecek CCTV di lokasi.
Dari hasil pengecekan, motornya itu ternyata telah dicuri oleh seorang pria. Atas kejadian itu, Arfy memutuskan untuk membuat laporan ke Polrestabes Medan keesokan harinya. Laporan itu bernomor:STTLP/B/2758/VI/2026/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Dia berharap polisi bisa menemukan pelaku yang telah mencuri motor yang sehari-hari digunakannya untuk mencari nafkah. Kini, Arfy terpaksa harus meminjam motor orang lain jika ada keperluan.
"Itu motor yang saya pakai untuk ngojol sama jualan. (Sekarang) nggak bisa ngojol, motor cuman 1, jualan pun minjam-minjam motor orang," pungkasnya.
(dhm/dhm)
