Dunia Konservasi Berduka, Gajah Indro Mati di TNTN Pelalawan!

Riau

Dunia Konservasi Berduka, Gajah Indro Mati di TNTN Pelalawan!

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 29 Jun 2026 12:17 WIB
Gajah Indro mati di TNTN Pelalawan. (Dok Balai TNTN)
Foto: Gajah Indro mati di TNTN Pelalawan. (dok Balai TNTN)
Pekanbaru -

Gajah jinak jantan berusia 45, Indro dinyatakan mati dini hari tadi. Indro mati setelah sempat mendapat perawatan akibat penurunan nafsu makan.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro mengatakan gajah Indro dilaporkan mati sekira pukul 03.45 WIB. Matinya Indro menjadi kabar duka bagi dunia konservasi.

"Kami tentu sangat kehilangan atas matinya gajah Indro ini. Kami ketahui mati dini hari tadi. Petugas coba berikan pertolongan, tapi sudah tidak bisa," kata Heru, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaja Indro merupakan gajah jinak di Camp Elephant Flying Squad, Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan. Gajah Indro dinyatakan mati setelah mendapat penanganan medis oleh tim gabungan TNTN dan Balai BKSDA Riau.

ADVERTISEMENT

"Gajah Indri ini sudah ditangani intensif di sini sejak beberapa waktu terakhir setelah mengalami penurunan nafsu makan pasca fase must. Ini puncak hirmonal/agresivitas pada gajah jantan," kata Heru.

Atas kematian gajah Indro, tim medis saat ini tengah melakukan tindakan mengambil organ-organ penting gajah untuk dilakukan cek dilabforatorium. Hasilnya akan dipakai untuk memastikan penyebab klinis kematian gajah.

Sedangkan bangkai gajah akan dikuburkan di sekitar lokasi setelah semua proses yang dilakukan tim medis selesai.

Heru mengungkap dengan matinya gajah Indro jumlah gajah jinak di TNTN telah berkurang. Di mana total awalnya ada 8 gajah jinak untuk penanganan konflik dan mitigasi konflik.

"Gajah jinak kita ada 8, sekarang tinggal 7 dengan seroja yang baru lahir kemarin. Sekarang posisi gajah lagi neukropsi dan nanti akan dikuburkan di sekitar situ juga," kata Heru.




(ras/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads