Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepri gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat, hingga akhirnya menyanyikan lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) angkat bicara terkait hal itu.
Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri, Hendri Kurniadi, mengatakan Pemprov Kepri sebenarnya telah mengalokasikan dana hibah sekitar Rp 1,4 miliar kepada organisasi penyelenggara Pesparawi melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
"Sepanjang yang saya tahu, informasi dari Biro Kesra dan Pak Gubernur, ada bantuan sekitar Rp 1,4 miliar yang diberikan kepada organisasi Pesparawi," kata Hendri saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Menurut Hendri, Pemprov Kepri telah mengetahui kabar peserta Pesparawi yang gagal melanjutkan perjalanan dari Jakarta melalui pemberitaan media dan media sosial.
"Kami mendapat informasi bahwa ada 27 orang yang gagal berangkat dari Jakarta. Kami mengikuti perkembangan dari media sosial dan pemberitaan," ujarnya.
Meski demikian, Hendri mengapresiasi sikap para peserta yang tetap menunjukkan semangat dengan menyanyikan lagu rohani di bandara meski berada dalam kondisi kecewa.
"Kami melihat mereka tetap tegar. Secara psikologis tentu mereka kecewa, tetapi mereka tetap bertindak dengan baik. Kami mengapresiasi kegiatan mereka," ujarnya.
Ia mengaku prihatin karena para peserta tersebut membawa nama Provinsi Kepri dalam ajang nasional dan sebelumnya telah dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.
"Mereka membawa nama Kepri. Kita berharap mereka bisa tampil dan mengharumkan nama daerah di Manokwari. Ternyata tidak jadi berangkat, tentu ini menyedihkan," ujarnya.
Hendri menjelaskan dana hibah telah disalurkan kepada organisasi penyelenggara sehingga mekanisme pengelolaan berada di bawah tanggung jawab organisasi tersebut. Pihaknya berharap organisasi dapat menjelaskan kejadian viral tersebut ke publik.
"Itu yang bisa menjawab organisasinya. Pemerintah sudah memberikan dana kepada organisasi. Kami menunggu bagaimana laporan dari organisasi, baik kronologi maupun penggunaan anggarannya," jelasnya.
Simak Video "Video: Kemeriahan Nyanyi Bareng Swastoe di Reuni SMAN 1 Boedoet di Tengah Hujan"
(mjy/mjy)