Keberangkatan Novia Rahmadhani Sihotang (25), peserta Program Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih (KDNMP), ke Jakarta semula menjadi harapan besar bagi keluarganya. Namun, harapan tersebut pupus. Novia meninggal dunia setelah jatuh sakit saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Abang kandung korban, Hary Suanto (28), mengatakan bahwa adiknya berangkat dari kampung halaman di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara ke Jakarta pada Sabtu (13/6/2026) setelah menerima pengumuman kelulusan. Saat itu, menurut Hary, kondisi Novia sangat sehat.
"Adik saya berangkat ke Jakarta setelah menerima pengumuman Adik saya berangkat dalam kondisi sehat walafiat tanpa kekurangan apa pun," kata Hary kepada detikSumut, Sabtu (27/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hary, Novia berangkat dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bersama sejumlah peserta lain yang dinyatakan lulus. Sementara itu, sebagian peserta lainnya mengikuti pelatihan di Bogor.
Setibanya di Jakarta, Novia dijemput oleh Hary di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke kediamannya. Keesokan harinya, Hary mengantarkan adiknya ke lokasi pelatihan di Pusat Bahasa Kodiklatau (Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Udara) yang berada di Kompleks Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
"Saya menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian membawanya ke rumah (kontrakan), Minggu sore saya mengantarnya ke lokasi pelatihan. Adik saya kami antar dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Tidak ada kekurangan apa pun," ujarnya.
Ia mengaku adiknya sempat ragu sebelum berangkat karena status pekerjaan belum jelas, termasuk nominal gaji hingga adanya aturan denda jika mengundurkan diri.
"Memang sempat ragu sebelum berangkat. Dia mempertimbangkan pekerjaannya dan juga adanya aturan status pekerjaan, gaji dan denda apabila mengundurkan diri. Namun, karena kami sekeluarga mendukung, akhirnya dia memutuskan untuk tetap berangkat," ungkap Hary.
Keputusan Novia mengikuti program tersebut, lanjutnya, dengan harapan bisa meraih masa depan yang lebih baik serta membanggakan kedua orang tuanya.
"Harapannya tentu ingin membanggakan keluarga. Bagaimanapun, sebagai seorang anak, kita ingin membanggakan orang tua. Mungkin ada harapan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya. Namanya bekerja, tentu ingin mendapatkan kehidupan dan kondisi finansial yang lebih baik," tuturnya.
Namun, harapan itu sirna. Pada Kamis (23/7/2026) pagi, Novia dikabarkan jatuh sakit saat mengikuti latihan dasar kemiliteran. Beberapa jam kemudian, tepat pukul 15.15 WIB, pihak keluarga menerima kabar bahwa Novia telah meninggal dunia.
Kepergian Novia meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarganya. Mereka mengaku tidak menyangka perempuan yang diberangkatkan dalam kondisi sehat itu akhirnya pulang dalam keadaan tidak bernyawa.
(nkm/nkm)
