Gempa Dahsyat Venezuela, 50 Ribu Orang Masih Hilang

Gempa Dahsyat Venezuela, 50 Ribu Orang Masih Hilang

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 27 Jun 2026 09:31 WIB
Hotel Eduards usai gempa di Venezuela.
Foto: @diamante23oficial/Facebook
Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan lebih dari 50 ribu orang hingga kini masih dinyatakan hilang setelah gempa kembar berkekuatan besar mengguncang Venezuela. Organisasi tersebut juga memperingatkan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus bertambah.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, mengatakan proses penanganan bencana menghadapi tantangan yang sangat besar.

"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher dilansir detikSport dari AFP, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," lanjut dia.

Pernyataan Fletcher disampaikan setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal akibat gempa meningkat drastis. Hingga Jumat, angka korban tewas secara resmi tercatat mencapai 589 orang, lebih dari dua kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya. Tim penyelamat saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan.

ADVERTISEMENT

Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 mengguncang wilayah utara Caracas, ibu kota Venezuela, pada Rabu lalu.

Sebagai perbandingan, gempa dengan kekuatan serupa pernah memicu bencana besar di Haiti pada Januari 2010 yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Sementara itu, gempa di wilayah Kashmir pada Oktober 2005 mengakibatkan sekitar 73 ribu korban jiwa.

Fletcher menyebut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang dipimpinnya masih belum dapat memperkirakan jumlah akhir korban meninggal akibat bencana tersebut.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa hingga kini lebih dari 50 ribu orang belum diketahui keberadaannya.

"Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan." tambahnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads