Banyak orang mengira diabetes hanya ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi saat pemeriksaan medis. Padahal, tubuh sering memberikan sinyal lebih awal, terutama pada pagi hari ketika metabolisme mulai kembali aktif setelah semalaman beristirahat.
Sayangnya, tanda-tanda ini kerap dianggap sebagai efek kurang tidur atau kelelahan biasa. Mulai dari rasa haus berlebihan saat bangun tidur hingga tubuh yang tetap lemas meski telah beristirahat cukup, sejumlah keluhan di pagi hari dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pengaturan gula darah.
Mengenali gejala-gejala tersebut sejak dini penting dilakukan agar penanganan bisa segera diberikan dan risiko komplikasi diabetes dapat diminimalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikHealth dari Cleveland Clinic, dawn phenomenon umum terjadi pada pengidap diabetes. Sejumlah studi menunjukkan bahwa fenomena ini mempengaruhi lebih dari 50 persen pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
Gejala Diabetes yang Bisa Muncul di Pagi Hari
Spesialis penyakit dalam, dr. Randy Nusrianto, mengatakan bahwa pada tahap awal, diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak pengidap tidak menyadari kondisi tersebut dan tidak segera mendapatkan pengobatan.
Tanpa penanganan yang tepat, kadar gula darah dapat meningkat secara signifikan dan memicu munculnya berbagai gejala.
"Jadi gejalanya tidak spesifik," kata dr. Randy dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu.
Meski demikian, diagnosis diabetes tetap harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis yang akurat. Pada pengidap diabetes, beberapa gejala hiperglikemia yang dapat muncul pada pagi hari antara lain:
1. Pandangan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mata untuk fokus.
Jika tidak ditangani, diabetes dapat menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru di retina atau bagian belakang mata, serta merusak pembuluh darah yang sudah ada.
2. Sakit Kepala
Dikutip dari Healthline, sakit kepala yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi pada diabetes dapat berkisar dari sedang hingga berat dan sering terjadi berulang. Sakit kepala ini dapat menjadi tanda bahwa kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
3. Merasa Sangat Lapar
Diabetes melitus merupakan kondisi ketika tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.
Dikutip dari Cleveland Clinic, glukosa merupakan sumber energi utama yang diperoleh tubuh dari makanan.
Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai energi. Kondisi ini menyebabkan tubuh merasa kekurangan energi dan memicu peningkatan rasa lapar atau polifagia.
4. Rasa Lelah Terus-Menerus
Diabetes dapat membuat pengidapnya merasa sangat lelah. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Selain itu, dehidrasi akibat meningkatnya frekuensi buang air kecil juga dapat menyebabkan kelelahan.
5. Rasa Haus Berlebihan
Rasa haus berlebihan atau polidipsia merupakan salah satu gejala umum diabetes. Pengidap diabetes sering kali terbangun dengan rasa haus yang sangat kuat karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi.
Dikutip dari Times of India, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Proses ini membutuhkan banyak cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan rasa haus.
6. Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria merupakan gejala lain diabetes yang sering muncul pada malam hingga pagi hari.
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring lebih banyak glukosa. Glukosa tersebut menarik lebih banyak cairan, sehingga produksi urine meningkat.
Simak Video "LEADERS FORUM: Jebakan "Hidden Sugar" Diam-Diam Bikin Gendut"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
