Perairan Kepulauan Nias berpotensi mengalami gelombang tinggi pekan ini. Gelombang diprediksi mencapai 2,5 meter.
Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan menyebutkan bahwa gelombang tinggi ini terjadi lantaran meningkatkannya suhu permukaan laut sehingga mendukung pertumbuhan awan.
"Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin serta adanya belokan angin di wilayah Sumut dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif. Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat di Perairan Barat dan selatan Sumatera juga meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer," jelas Prakirawan Christen Marpaung, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Sumut," sambungnya.
Christen menyebutkan bahwa tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan barat Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, dan Perairan Timur Kepulauan Nias.
"Berisiko terhadap keselamatan pelayaran untuk perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter dan kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter," ucapnya.
Potensi gelombang tinggi ini berpotensi berlangsung mulai 15-17 Juni 2026.
(ksr/afb)
