Jemaah haji Aceh kelompok terbang (Kloter) BTJ-01 akan tiba di tanah air pada 15 Juni mendatang. Untuk menyambut kepulangan Tamu Allah, Asrama Haji Kelas I Aceh melakukan berbagai persiapan termasuk pengujian kualitas air dan fogging.
"Alhamdulillah, persiapan telah mencapai 99 persen. Sejak proses pemberangkatan selesai, seluruh fasilitas langsung kami evaluasi dan cek kembali sehingga saat debarkasi nanti Asrama Haji Aceh dalam kondisi siap melayani jemaah," kata Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, seluruh fasilitas dan layanan pendukung telah dipersiapkan secara maksimal. Persiapan meliputi pengecekan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, pengujian kualitas air, sanitasi, serta pelaksanaan fogging untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kawasan asrama haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para jemaah yang mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar akan mengikuti pelepasan di asrama haji sebelum kembali ke daerah masing-masing. Sebagian besar jemaah langsung pulang ke kampung halaman tanpa lagi menginap di asrama.
Meski demikian, pihak asrama juga menyediakan fasilitas istirahat bagi jemaah yang harus melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara maupun laut. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah yang harus menunggu jadwal keberangkatan menuju daerah masing-masing.
"Biasanya yang membutuhkan tempat menginap atau beristirahat adalah jemaah dari daerah yang jauh seperti Aceh Tenggara, maupun yang harus menyeberang ke wilayah kepulauan seperti Simeulue dan Sabang. Karena itu, kamar dan fasilitas pendukung tetap kami siapkan sesuai kebutuhan," jelas Irsyadi.
Selain itu, Asrama Haji Aceh juga menyediakan ruang salat yaitu untuk jemaah perempuan di Gedung Jeddah, dan Jemaah laki laki di Gedung Grand Misfalah (A2). Fasilitas ini disediakan bagi Jemaah yang tiba di Asrama Haji saat waktu shalat.
Di bidang layanan kesehatan, BKK Kelas I Aceh menyiapkan klinik khusus bagi Jemaah yang memerlukan pemantauan atau perawatan medis setelah tiba dari tanah suci. Ruang klinik berada di gedung Muzdalifah.
Kasubbag Umum Asrama Haji Kelas I Aceh, Afrizal, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh dan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses debarkasi berjalan optimal.
"Petugas pendukung dari Asrama Haji Aceh tetap kami siagakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mulai dari kedatangan, pelepasan, layanan ibadah, kesehatan, hingga kebutuhan istirahat sebelum mereka kembali ke daerah masing-masing," jelas Afrizal.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah. Berbagai persiapan terus kami lakukan untuk memastikan proses debarkasi berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah hingga kembali ke daerah masing-masing," lanjutnya.
Simak Video "Video Menhaj-Dasco Lepas Kloter Pertama Haji Embarkasi Banten 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
