Pasutri Tewas Diduga Keracunan AC Mobil di Medan

Pasutri Tewas Diduga Keracunan AC Mobil di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 05 Jun 2026 19:37 WIB
Teks foto: Tim inafis saat olah TKP mobil ditemukannya kedua korban. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Teks foto: Tim inafis saat olah TKP mobil ditemukannya kedua korban. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Pasangan suami istri (pasutri) tewas usai diduga keracunan AC mobil di Jalan Harapan Pasti, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Kini jasad keduanya sudah dibawa ke rumah keluarga.

Kedua korban itu diketahui bernama Suharlin dan Dame Lamria Pakpahan. Usia keduanya sekitar 40 tahunan.

Berdasarkan pantauan detikSumut, Jumat (5/6/2026), tampak mobil diduga tempat ditemukannya korban itu berada di salah satu lahan kosong. Mobil itu bernomor polisi BM 1064 VR. Tampak kaca pintu bagian belakang sudah pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad kedua korban itu dibawa ke salah satu rumah yang berada di depan lahan kosong itu. Terdengar isak tangis keluarga saat kedua jenazah itu diturunkan dari dalam 2 mobil ambulans yang berbeda. Lalu, tampak juga ada petugas Inafis yang tengah olah TKP.

Kapolsek Medan Area AKP Ainul Yaqin mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian para korban. Namun, dari dugaan sementara, keduanya diduga keracunan AC mobil.

ADVERTISEMENT

"Kami masih menyelidiki apa ada indikasi tanda-tanda kekerasan atau yang lainnya. Namun, dugaan sementara yang bisa diambil dari fakta-fakta di lapangan mungkin karena keracunan gas di dalam mobil karena dalam keadaan mobil menyala," kata Yaqin saat diwawancarai di lokasi.

Yaqin mengatakan informasi penemuan mayat itu diterima pihak kepolisian sekitar pukul 13.00 WIB, tadi. Usai menerima informasi itu, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Yaqin, kedua korban ini awalnya berangkat dari rumah mereka menuju ke rumah orangtuanya di Jalan Harapan Pasti itu sekira pukul 23.00 WIB, tadi malam. Keduanya mendatangi rumah keluarga tersebut karena di rumah mereka tengah mati lampu.

Namun, setibanya di rumah orang tua tersebut, kedua korban memutuskan untuk beristirahat di dalam mobil.

"Berdasarkan keterangan keluarga, pada saat di sini (di rumah ortu) yang bersangkutan tidak mau masuk ke dalam (rumah) hanya istirahat di dalam mobil yang diparkir di depan rumahnya," ujarnya.

Yaqin menyebut bahwa dari keterangan pihak keluarga, mobil yang berisi korban itu ditemukan dalam keadaan menyala dan AC dalam keadaan hidup. Lalu, saat dicek, kedua korban sudah dalam keadaan lemas.

Pihak keluarga pun membawa kedua korban ke rumah sakit. Namun, nahasnya, nyawa keduanya tidak tertolong.

"(Kedua korban) didapati sudah dalam keadaan lemas. Pada saat dibawa ke rumah sakit, dinyatakan keduanya meninggal dunia," ujarnya.




(fnr/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads