Kenapa Juni Disebut Bulan Bung Karno? Ini Alasannya

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Jumat, 05 Jun 2026 12:40 WIB
Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag
Medan -

Setiap memasuki bulan Juni, masyarakat Indonesia sering mendengar istilah bulan Bung Karno. Bulan Juni memiliki hubungan yang sangat erat dengan perjalanan hidup dan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang akrab disapa Bung Karno.

Ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Juni dan berkaitan langsung dengan sosok Proklamator Kemerdekaan Indonesia tersebut. Karena itulah, Juni kemudian dikenal sebagai Bulan Bung Karno.

Apa Itu Bulan Bung Karno?

Bulan Bung Karno adalah sebutan untuk bulan Juni yang digunakan untuk mengenang jasa, pemikiran, dan perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa Indonesia. Penetapan Juni sebagai Bulan Bung Karno didasarkan pada tiga momentum bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan sang Proklamator.

Juni disebut sebagai Bulan Bung Karno karena memuat beberapa tanggal penting bagi Soekarno, mulai dari tanggal kelahiran, tanggal wafat, hingga lahirnya Pancasila yang diprakarsai oleh Soekarno.

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Alasan pertama dan yang paling mendasar adalah lahirnya ideologi bangsa kita, Pancasila. Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato legendarisnya dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Dikutip dari laman Museum Pendidikan Nasional, dalam pidato tersebut, ia memperkenalkan lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Karena peristiwa bersejarah ini, tanggal 1 Juni kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi hari libur nasional.

Hari Lahir Bung Karno

Dilansir laman Kemdikbud, Bung Karno atau Soekarno atau Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Ia sering dijuluki sebagai "Putra Fajar" karena lahir bersamaan dengan menyingsingnya matahari di ufuk timur. Kehadirannya di dunia seolah menjadi pertanda fajar baru bagi kemerdekaan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.

Sejak muda, Bung Karno dikenal sebagai sosok yang memiliki pemikiran visioner dan semangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Melalui kemampuan orasi dan gagasannya, ia berhasil membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia di tengah penjajahan.

Wafatnya Bung Karno

Momentum ketiga adalah wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970 di Jakarta. Kepergian sang Proklamator meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Bung Karno mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah kesehatannya terus menurun sebagai tahanan politik di masa Orde Baru.

Ia dimakamkan di Blitar, Jawa Timur atau dikenal juga dengan Makan Bung Karno dan menjadi salah satu destinasi ziarah bersejarah hingga saat ini.

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video: Libur Panjang, Tol Cipularang Arah Bandung Padat Kendaraan"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork