Pencairan bantuan sosial (bansos) menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat penerima manfaat. Setiap tahunnya, pemerintah dengan rutin memberikan bansos kepada masyarakat yang masih membutuhkan.
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan jenis bantuan yang dicairkan secara bertahap. Pencairan bansos PKH dan BPNT dilakukan setiap 3 bulan sekali dalam setahun, pencairannya dibagi ke dalam 4 tahap yaitu tahap I Januari-Maret, tahap II April-Juni, dan tahap III Juli-September, dan tahap IV Oktober-Desember.
Bulan Juni merupakan bulan terakhir pencairan bansos PKH dan BPNT tahap II. Namun perlu diingat bahwa pencairan bansos PKH dan BPNT tidak dilakukan secara serentak melainkan bertahap, sehingga masyarakat penerima manfaat wajib tahu cara mengecek pencairan bansos melalui ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Resmi
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan 2 cara resmi untuk mengecek status pencairan bansos secara mandiri hanya bermodalkan ponsel, yaitu:
- Cara Cek Secara Mandiri Melalui Situs Web Kemensos
1. Buka browser lalu kunjungi laman resmi Kemensos https://cekbansos.kemensos.go.id
2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima manfaat sesuai dengan yang tertera di KTP
3. Masukkan Huruf Kode yang tertera di layar dengan benar sebagai kode verifikasi
4. Jika NIK dan Huruf kode sudah dimasukkan dengan benar, maka klik tombol 'Cari Data' maka sistem akan menampilkan informasi lengkap penerima manfaat dan status pencairan
- Cara Cek Secara Mandiri Melalui Aplikasi Cek Bansos
1. Buka Play Store atau App Store dan unduh aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial Republik Indonesia
2. Jika belum memiliki akun, pilih "Buat Akun Baru" dan isi data diri yang dibutuhkan, buat juga username dan password yang mudah untuk diingat
3. Masuk kembali menggunakan username dan password yang telah dibuat
4. Pilih menu "Cek Bansos" lalu masukkan NIK KTP dan klik 'Cari Data'
5. Sistem akan otomatis menampilkan, informasi mengenai kelompok desil, status penerima, jenis bantuan, dan jadwal penyaluran.
Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom
(dhm/dhm)











































