Sumur Bor di Aceh Semburkan Gas-Api, BPMA Minta PGE Cek Pakai Alat Ukur

Aceh

Sumur Bor di Aceh Semburkan Gas-Api, BPMA Minta PGE Cek Pakai Alat Ukur

Agus Setyadi - detikSumut
Sabtu, 23 Mei 2026 21:26 WIB
Sumur Bor di Aceh Semburkan Gas-Api, BPMA Minta PGE Cek Pakai Alat Ukur
Foto: Semburan lumpur disertai gas dan kobaran api di Aceh Utara. (dok. Polres Aceh Utara)
Banda Aceh -

Semburan lumpur disertai gas dan kobaran api muncul saat warga Desa Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara membuat sumur bor di areal kebun sawit. Kejadian itu disebut bukan dari aktivitas di sumur milik PT Pema Global Energi (PGE) ataupun pipa bocor.

"Begitu dapat informasi yang beredar di masyarakat, kita langsung berkoordinasi dengan K3S untuk melakukan pengecekan dan memastikan bahwa kejadian tersebut bukan akibat dari aktivitas di sumur PGE dan bukan juga dari pipa yang bocor," kata Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Edy Kurniawan dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Pasca-insiden itu, BPMA meminta PGE turun ke lokasi untuk mengecek apakah ada gas yang dapat dipantau dengan alat ukur yang ada atau memang sudah tidak ada lagi gas yang keluar. Pihaknya juga akan mengecek apakah masih ada api di lokasi atau sudah padam total.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga menginstruksikan dalam hal ini tim BPMA untuk memonitor secara aktif dan melakukan persiapan seandainya diperlukan bantuan dan support dari K3S untuk membantu pemerintah dalam menangani kejadian tersebut," jelas Edy.

Edy mengimbau masyarakat tidak mendekat ke lokasi sementara waktu untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan.

ADVERTISEMENT

"Dan apabila akan melakukan pengeboran air dalam sebaiknya melakukan koordinasi dengan dinas terkait supaya tidak terulang kejadian yang sama," ujarnya.

Sebelumnya, semburan lumpur disertai gas dan kobaran api muncul saat warga Desa Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara membuat sumur bor di areal kebun sawit. Semburan disebut mencapai ketinggian puluhan meter.

Kasi Humas Polres Aceh Utara AKP Bambang Sutrisno, pembuatan sumur bor yang merupakan proyek desa sudah berlangsung selama enam hari mulai 16 Mei lalu dengan kedalaman pengeboran mencapai 90 meter. Sumur dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat yang selama ini mengalami kesulitan air ketika musim kemarau.

"Warga mendengar suara dentuman yang menggelegar dinihari tadi sekitar pukul 02.00 WIB disertai semburan gas, lumpur dan api," kata Bambang kepada wartawan.

Usai kejadian, polisi menghubungi Humas PT. Pema Global Energi (PGE) untuk meminta bantuan pemadaman. Namun ketika armada pemadam tiba di lokasi, api sudah duluan padam.

Polisi sudah memasang garis polisi serta mengamankan lokasi kejadian. Polisi meminta masyarakat untuk mendekati tempat kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Semburan material berupa lumpur disertai gas dari lubang sumur bor yang kemudian memicu kobaran api dengan ketinggian semburan mencapai Β±75 meter diduga terdapat pipa gas lama yang kemungkinan menjadi sumber awal terjadinya semburan gas," ujar Bambang.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads