Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, proses pembangunan 93 Sekolah Rakyat (SR) masih on the track sesuai target bisa digunakan Juli mendatang. Secara umum, ia memastikan pembangunan saat ini sudah berada pada angka 80 persen plus.
"Secara umum sudah 80 persen plus. Secara umum ya. Mungkin ada sekitar 70-an lebih dari yang 93 itu yang sudah 80 persen plus. Jadi, Insya Allah selesai. Tinggal ada beberapa titik yang kita mesti kerja keras, dan saya harus turun ke semua titik sehingga Juli itu benar-benar selesai," kata Menteri Dody kepada wartawan di Tanah Datar Sumatera Barat, Kamis (21/5/2026).
Ia menyebut, ada beberapa lokasi yang masih di bawah angka 50 persen, namun ia optimis akan bisa selesai tepat pada waktunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insya Allah, saya masih optimis menyelesaikan. Yang 93 masih terus kita kejar. Hanya ada beberapa lokasi ya, paling lima, termasuk di Dharmasraya (Sumatera Barat) yang masih agak tertinggal (proses pembangunannya). Tapi kita pakai semua kekuatan yang ada. TNI Polri kita pakai. Siapapun lah," katanya.
Dody juga memastikan sinergi antar instansi juga terus diperkuat.
"Seperti yang kita kerjakan di NTB. Gubernur turun campur, Zipur turut campur, semua. Bagaimana supaya itu bisa selesai. Bukan hanya di NTB, dimana-mana kita akan seperti itu sinerginya," katanya lagi.
Berdasarkan data, pembangunan Sekolah Rakyat tersebar di 93 lokasi yang berada di 29 provinsi dan 91 kabupaten kota.
Kementerian PU juga telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat yang melibatkan berbagai unit organisasi di lingkungan Kementerian PU. Selain itu, total 67.588 tenaga kerja konstruksi telah dikerahkan dan bekerja dalam tiga shift guna mendukung percepatan penyelesaian pembangunan.
(nkm/nkm)











































