Bisnis Gen Z Cepat Viral, Tapi Cepat Hilang

Bisnis Gen Z Cepat Viral, Tapi Cepat Hilang

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 20 Mei 2026 09:01 WIB
Ilustrasi bisnis viral gen Z (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi bisnis viral gen Z (Gemini AI)
Medan -

Fenomena bisnis milik gen z yang cepat viral di media sosial kini semakin sering ditemukan. Banyak usaha anak muda muncul dengan promosi yang menarik dan mudah dikenal publik melalui platform digital.

Namun, tidak sedikit bisnis tersebut juga cepat hilang dan berhenti dalam waktu singkat. Dosen Prodi Kewirausahaan Universitas Sumatera Utara, Arif Qaedi Hutagalung menilai hal itu terjadi karena gen z sangat memahami cara kerja media sosial dan algoritma digital.

Mereka dinilai mampu membuat konten yang menarik perhatian, mudah dibagikan, dan cepat menjadi perbincangan di internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Viral di media sosial ini kan dalam artian algoritma yang main dan gen z memang sangat paham bagaimana membuat konten yang menang, membuat bagaimana konten itu supaya banyak ditonton orang, supaya banyak dibicarain orang, supaya banyak yang nge-share sampai algoritmanya itu bisa dapat di mana saja," tuturnya. (19/5/2026).

Menurut Arif, kemampuan itu membuat gen z mudah membangun bisnis. Namun, banyak usaha yang dijalankan hanya berfokus mengejar tren tanpa memahami dasar membangun bisnis yang kuat. Akibatnya, bisnis mudah ramai di awal, tetapi cepat tutup karena tidak memiliki arah yang jelas.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan banyak gen z fokus pada promosi dan awareness di media sosial. Padahal, konsumen tidak hanya tertarik pada tren, tetapi juga ingin mengetahui nilai dan manfaat dari produk yang dijual.

"Gen z ini kuatnya memang dalam hal marketingnya, dalam hal membuat tools media sosial, tools digital dipakai untuk ngepush terkait awarnessnya dari produknya tetapi dia lupa sebelum untuk melakukan hal itu, produk kita harus ready dulu, produk kita harus benar-benar tau apa sebenarnya value yang mau ditawarkan kepada si konsumen," katanya.

Arif menjelaskan banyak bisnis anak muda tidak memiliki target pasar dan konsep usaha yang jelas. Kurangnya riset membuat banyak usaha hanya bertahan dalam waktu singkat.

Selain itu, keinginan untuk cepat untung juga menjadi penyebab bisnis sulit berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, mengikuti tren sebenarnya tidak salah. Namun, pelaku usaha harus memiliki keunikan agar berbeda dari bisnis lain.

Ia mencontohkan tren bisnis kopi yang bisa dikembangkan menjadi produk atau konsep baru yang lebih menarik.

"Misal, tren misalnya kopi kopian, tapi kan bukan harus jual kopi yang sama. Maka kita harus menjual kopi dengan uniqueness-nya kita," ujarnya.

Arif menilai gen z sebenarnya merupakan generasi yang pintar dan cepat belajar. Namun, banyak yang belum memahami pentingnya proses dalam membangun usaha.

"Jadi kalau dibilang cara, banyak sebenarnya cara bagaimana bisa bertahan lama, tapi intinya dalam bisnis ini tidak ada sistem instan. Semua butuh proses," tutupnya.


Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads