Video pria yang mengaku sering cuci darah akibat sering mengonsumsi mi instan baru-baru ini viral. Benarkah konsumsi mi instan dapat sebabkan gagal ginjal?
Melansir dari Jurnal Universitas Ngudi Waluyo, mi instan memang dapat menyebabkan kenaikan pada tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan gagal ginjal.
"Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg (Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Faktor risiko hipertensi yakni makan makanan instan seperti mie instan," tulis studi tersebut dilansir detikSumut, Senin (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
World Health Organization (WHO) menyebut bahwa batasan konsumsi garam sebanyak 2 gram natrium per hari. Sedangkan kandungan natrium pada mi instan berkisar 1095 hingga 1308 mg per paket.
"WHO dan FAO merekomendasikan asupan garam, yaitu lebih dari 2 gram natrium per hari atau setara dengan 5 gram per hari. Kandungan natrium dalam mie instan dari survei produk supermarket berkisar antara 1095 dan 1308 mg per paket atau rata-rata keseluruhan 1256 mg natrium," lanjut studi tersebut.
Natrium adalah mineral yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan Tan pada tahun 2019, menunjukkan bahwa kandungan garam tinggi pada satu kemasan mi.
Berdasarkan penelitian Tan (2019) dalam jurnal yang berjudul "salt content of instant noodle in Malaysia", menyebutkan kandungan garam pada bumbu mie intans sekitar 62,1%, dan pada mie terdapat 61,7%. Natrium adalah sejenis mineral yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di sekitar sel-sel.
Mengonsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal menyempit sehingga menahan aliran darah. Ginjal memproduksi hormon tertentu agar pembuluh darah mengeluarkan tekanan darah yang lebih besar dari biasanya.
"Konsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah. Ginjal memproduksi hormone rennin dan angiostenin agar pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya," tulis studi tersebut.
Kandungan sodium dalam MSG yang ada dalam mi instan dapat menyebabkan hipertensi. Hal itu menyebabkan kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah.
"Kandungan Sodium dalam MSG merupakan salah satu faktor yang dapat memicu hipertensi, dikarenakan sodium juga dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat sehingga tekanan darah akan meningkat," lanjut studi tersebut.
Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video Viral Pria Cuci Darah di Usia 20-an, Ngaku Sering Makan Mie Instan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)











































