Ini Lirik dan Makna Lagu Minang 'Galodo Kampuang Jo Nagari' dari Indro Tanjung

Ini Lirik dan Makna Lagu Minang 'Galodo Kampuang Jo Nagari' dari Indro Tanjung

Aisyah Luthfi - detikSumut
Senin, 18 Mei 2026 13:11 WIB
Ilustrasi lirik atau chord lagu.
Foto: Unsplash/Matt Botsford
Medan -

Salah satu musik tradisional Minang mencuri perhatian publik di jagat media sosial. Lagu Minang berjudul "Galodo Kampuang Jo Nagari" yang dinyanyikan sekaligus diciptakan langsung oleh Indro Tanjung sukses viral dan memicu rasa haru yang mendalam di kalangan netizen.

Sejak rilis perdana di akun YouTube resmi Indro Tanjung pada 14 Mei 2024, video musik lagu ini telah ditonton lebih dari 30 juta kali hingga saat ini. Alunan nadanya yang menyayat hati membuat lagu "Galodo Kampuang Jo Nagari" sering dijadikan sebagai musik latar video kebencanaan, dokumentasi wilayah terdampak banjir, hingga berbagai konten video emosional lainnya di TikTok dan Instagram.

Bagi detikers yang menyukai lagu ini atau sedang mencari lirik lengkap beserta artinya, berikut kami sajikan susunan teks asli, terjemahan, dan makna mendalam di balik tembang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lirik Lagu Galodo Kampuang Jo Nagari

Dulu Marapi alah mambari pasan

Kalam sakuliliang Tanah Data jo Luhak Agam

ADVERTISEMENT

Datang juo... Salamoko..Nan ditakuikan

Kini aie baluluak nan marandam

Kini aie baluluak nan marandam

Disangko rintiak rinai juo nan turun

Kironyo hujan labek bana dihulu

Ditangah malam.. datang galodo, aie badarun

Maluluah latak kampuang jo nagari

Maluluah latak kampuang jo nagari

Tabik... tangih manacaliak maik nan hanyuik

Maramang hati mamandang urang nan tingga...

Alah tu alah tu... tolong hantikan

Alah habih Luhak Agam jo Tanah Data

Antokan antokan... tangih diranah Minang

Hanyo katuhan ampun sagalo kasalahan

Niek dihati kalalok di laruik malam

Nak malapeh panek sakik dihari siang D

imano hati onde indak katasansam

Diuji bana kini siranah Minang

Terjemahan Lirik Lagu Bahasa Indonesia

Dulu, Gunung Marapi telah memberikan peringatan

Gelap sekeliling Tanah Datar dan Luhak Agam

Akhirnya datang juga... yang ditakutkan

Kini air berlumpur yang merendam

Kini air berlumpur yang merendam

Dikira hanya gerimis yang turun

Ternyata hujan deras di hulu

Di tengah malam, datanglah banjir bandang, air mengalir deras

Menghancurkan kampung dan negeri

Menghancurkan kampung dan negeri

Muncul... tangis melihat jenazah yang hanyut

Meremukkan hati melihat orang-orang yang tinggal

Sudah cukup, Sudah cukup... tolong hentikan

Sudah hancur Luhak Agam dan Tanah Datar

Hentikan, hentikan... tangis di tanah Minang

Hanya kepada Tuhan, kami memohon ampun atas segala kesalahan

Niat di hati ingin tidur nyenyak di larut malam

Ingin melepas penat sakit di hari siang

Bagaimana hati ini bisa tidak kepikiran terus?

Benar-benar sedang diuji, tanah Minang

Makna Lagu Galodo Kampuang Jo Nagari

Lagu "Galodo Kampuang Jo Nagari" bukan sekadar lirik biasa, melainkan sebuah refleksi duka yang diambil dari kisah nyata bencana alam hebat. Tembang ini merekam kepedihan masyarakat atas bencana banjir bandang (galodo) dan aliran lahar dingin yang melanda wilayah beberapa wilayah di Sumatera Barat.

Makna dari untaian liriknya menggambarkan detik-detik mencekam di malam hari, di mana warga mengira situasi luar rumah hanya diguyur hujan gerimis (rintiak rinai) biasa. Tanpa disangka, kondisi di hulu sungai justru mengalami hujan yang sangat lebat hingga memicu banjir bandang lumpur material yang datang bergulung-gulung (aie badarun).

Lewat bait-bait emosionalnya, Indro Tanjung meluapkan rasa sedih yang mendalam ketika melihat luluhnya infrastruktur kampung halaman, duka kehilangan harta benda, serta isak tangis menyaksikan jenazah para korban yang hanyut. Di akhir lagu, terselip sebuah pesan spiritual dan pasrah, sebuah pengingat bagi seluruh masyarakat Minangkabau untuk berserah diri, memohon ampunan dosa, serta mengetuk pintu langit agar cobaan berat yang sedang menguji Ranah Minang segera berakhir.

detikers yang ingin mendengarkan audio resminya bisa menikmati Lagu Minang bernuansa magis ini melalui berbagai platform musik digital legal seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.



(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads