Warga Kalbar Meninggal usai Terinfeksi Hantavirus

Regional

Warga Kalbar Meninggal usai Terinfeksi Hantavirus

Tim detikKalianatn - detikSumut
Minggu, 17 Mei 2026 07:31 WIB
Ilustrasi Hantavirus
Foto: detikINET via chatgpt
Ketapang -

Seorang warga Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) meninggal dunia akibat hantavirus pada Maret 2026. Dinas Kesehatan Ketapang minta warga tak khawatir. Dinas Kesehatan Ketapang menyebut kasus itu merupakan temuan pertama hantavirus di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, mengungkapkan pasien sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Agoessdjam Ketapang. Selain terinfeksi hantavirus, pasien diketahui memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya.

"Pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr Agoessdjam Ketapang dan meninggal dunia. Selain terpapar hantavirus, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya," ujar Feria dilansir detikKalimantan, Sabtu (16/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Feria menjelaskan, kepastian infeksi hantavirus diketahui setelah sampel pasien diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga, Jawa Tengah. Ia menegaskan virus tersebut menular dari tikus ke manusia dan bukan melalui kontak antarmanusia sehingga masyarakat diminta tetap tenang.

"Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada," katanya.

ADVERTISEMENT

Pihak Dinkes Ketapang bersama tim kesehatan juga telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi kasus ditemukan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada warga lain yang dinyatakan positif terpapar hantavirus.

"Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya," tegas Feria.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah tikus masuk ke rumah guna mengurangi risiko penularan virus.

"Tidak perlu kita panik, namun wajib waspada," imbaunya.

Feria juga meminta warga memastikan makanan dan minuman tidak terpapar kotoran maupun urine tikus yang dapat menjadi media penyebaran virus.

"Pastikan rumah tetap bersih, sampah jangan menumpuk, dan tutup akses tikus masuk ke rumah," pesannya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads