Bekerja sebagai pedagang ikan keliling tidak menyurutkan niat Muhammad Amin Teunom (95) untuk berhaji. Setelah beberapa tahun menabung, Amin dan istrinya kembali berangkat ke Tanah Suci setelah sebelumnya melaksanakan umrah.
Amin dan istrinya Zubaidah Hasan (84) berangkat ke Arab Saudi bersama 389 jemaah dari kelompok terbang (Kloter) 09. Pasangan suami istri (Pasutri) asal Aceh Jaya ini dijadwalkan lepas landas menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah sekitar pukul 17.25 WIB.
Dalam kloter ini, pria yang bekerja sebagai pedagang ikan keliling sejak tahun 80an itu menjadi jemaah tertua. Dia awalnya berjualan mengelilingi desa dengan bersepeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lambat laun, uang tabungannya cukup untuk membelikan motor Honda C70. Amin terus mengembangkan usahanya dengan membelikan becak sehingga jangkauannya berjualan lebih luas.
"Kalau misalnya sehari dapat uang Rp 50 ribu, Rp 20 ribunya saya tabung. Rp 30 ribu untuk belanja sehari-hari," kata Amin saat ditemui di Asrama Haji Kelas I Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/5/2026).
Ketika uang tabungannya dirasa sudah mencukupi, Amin membelikan emas per setengah mayam untuk disimpan. Satu mayam emas di Aceh setara 3,3 gram.
"Setelah beli emas, saya punya niat supaya saya bisa pergi haji," ujar Amin.
Namun sebelum mendaftarkan haji, Amin dan Zubaidah memilih umrah bersama dan berkurban. Kakek sembilan orang cucu ini terus menabung dibantu sang istri yang berjualan kacang dititipkan di kios-kios di Aceh Jaya.
Amin menjelaskan, keduanya mendaftarkan haji sekitar empat tahun lalu. Amin mendapatkan panggilan berangkat haji tahun lalu tapi dia memilih menundanya karena nama istrinya tidak tertera dalam daftar calon jemaah.
Dia berkeinginan melaksanakan rukun Islam kelima bersama sang istri tercinta. Nama keduanya akhirnya masuk dalam daftar jemaah yang berangkat tahun ini melalui kuota lansia.
"Banyak orang kampung bertanya, saya sudah umrah, berkurban dan ini mau pergi haji. Saya jawab, kita niat dalam hati. Kalau niat kita baik tentu Allah akan mudahkan," ujar kakek yang masih sanggup berjalan tanpa tongkat.
(agse/mjy)











































