Video seorang warga protes di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), karena antreannya dipotong, viral di media sosial. Dalam video itu, warga mengaku emosi setelah merasa antreannya didahului pemohon lain yang baru mendaftar.
Dilihat detikSumut, pada Kamis (14/5/2026), dalam video berdurasi 2 menit tampak seorang pria yang tengah mengantre pelayanan mengaku diserobot oleh warga lain yang baru datang. Warga yang baru datang itu langsung dipanggil petugas di Disdukcapil Batam.
"Setelah sejam lebih saya duduk nunggu dan mengikuti prosedur tiba-tiba ada orang baru mendaftar dan langsung dipanggil ke dalam unit pelayanan tersebut," tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, warga lain yang berada di sampingnya juga mempertanyakan mengapa pemohon tersebut bisa langsung masuk ke ruang pelayanan lebih dulu.
"Bg kita duluan tadi, kok org itu langsung masuk aja," demikian tulisan dalam unggahan tersebut.
Merasa ada kejanggalan, pria itu kemudian mendatangi petugas pelayanan untuk mempertanyakan nomor antrean pemohon yang dipanggil lebih dahulu tersebut.
"Lalu saya lihat ternyata no antrean 18 sementara saya masih no antrean 15 dan teman di samping saya itu no 16," tulisnya lagi.
Ia mengaku emosinya terpancing hingga terjadi keributan di lokasi pelayanan. Menurut pengakuannya, petugas pelayanan kemudian memanggil dirinya masuk dan meminta maaf sambil mengakui adanya kesalahan.
"Dan singkat ceritanya setelah saya ribut bapak yang melayani di unit tersebut langsung memanggil saya ke dalam, dan meminta maaf sambil mengakui kesalahannya tersebut," ujarnya.
Menanggapi video viral itu, Kepala Disdukcapil Kota Batam, Adisthy mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait kejadian tersebut.
"Kami sedang meminta laporan lengkap dari tim teknis yang bertugas saat itu untuk memahami titik masalahnya secara utuh," kata Adisthy, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, saat insiden terjadi dirinya sedang menghadiri rapat bersama sejumlah kepala dinas di Badan Kepegawaian di kantor Pemkot Batam.
"Karena di waktu kejadian, saya bersama beberapa kepala dinas diundang rapat di Badan Kepegawaian," ujarnya.
Adisthy menegaskan Disdukcapil Batam terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat terkait pelayanan publik.
"Dinas Dukcapil Kota Batam sangat terbuka terhadap koreksi dan masukan," katanya.
Berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV, kata dia, petugas di lokasi terlihat berupaya menenangkan situasi agar pelayanan tetap kondusif.
"Dari rekaman CCTV, petugas kami terlihat mencoba menenangkan situasi agar warga lain tidak terganggu. Pelayanan tetap berjalan normal. Masyarakat lain yang ada di lokasi saat kejadian juga tetap tenang dan terlayani dengan baik," ungkapnya.
Meski demikian, Disdukcapil Batam memastikan akan melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun etika pelayanan.
"Namun, jika ditemukan pelanggaran etika, tentu akan ada evaluasi internal," ujarnya.
Simak Video "Video: Viral Kecelakaan Bonceng 3 Lawan Arus Dikira Pelaku Klitih"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
