Banjir dan Longsor di Tanah Datar, 5 Rumah dan Jembatan Hanyut

Sumatera Barat

Banjir dan Longsor di Tanah Datar, 5 Rumah dan Jembatan Hanyut

Jeka Kampai - detikSumut
Kamis, 14 Mei 2026 00:01 WIB
Kondisi banjir dan longsor di Tanah Datar
Foto: Kondisi banjir dan longsor di Tanah Datar (Dok. Jeka Kampai/detikSumut)
Tanah Datar -

Banjir dan tanah longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Lima rumah hanyut dan sejumlah jembatan dilaporkan hanyut.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyebut, tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting dan Lintau Buo. Kondisi terparah terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo.

Luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago mengakibatkan lima rumah warga hanyut, lima jembatan putus, serta merusak ratusan hektare lahan persawahan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat. Kami memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin," kata Eka Putra kepada detikSumut saat mengunjungi lokasi terdampak, Rabu (13/5/2026) malam.

Ia mengatakan, Pemkab Tanah Datar telah mendistribusikan bantuan darurat kepada warga terdampak.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan," ujarnya.

Eka Putra berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan secara cepat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia juga memastikan pemerintah segera menurunkan tim untuk mendata secara rinci kerusakan akibat banjir tersebut.

"Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan hanyutnya lima jembatan akibat banjir menyebabkan sejumlah warga terisolasi.

Ia menyebutkan, warga yang rumahnya hanyut sementara ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing.

Pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak untuk mengantisipasi kondisi darurat.

"Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan," ujar Pendi.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads