Mengenal Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrid dan Jadwal Puncak 2026

Mengenal Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrid dan Jadwal Puncak 2026

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Minggu, 10 Mei 2026 10:30 WIB
Father and his daughter are watching Meteor Shower. Night sky.
Foto: iStock
Medan -

Fenomena astronomi selalu berhasil menarik perhatian manusia, termasuk hujan meteor Eta Lyrid. Meskipun mungkin tidak sepopuler Perseid atau Geminid, hujan meteor ini memberikan pengalaman melihat yang berbeda bagi mereka yang bersedia menunggu di bawah langit malam.

Apa yang dimaksud dengan hujan meteor Eta Lyrid, dan kapan waktu yang paling tepat untuk mengamatinya di Indonesia? Ikuti panduan lengkap di bawah ini.

Jadwal dan Waktu Terbaik untuk Observasi di Indonesia

Menurut informasi dari situs In The Sky, hujan meteor Eta Lyrid adalah peristiwa tahunan yang berlangsung antara 3 sampai 14 Mei. Untuk tahun 2026, peristiwa ini akan mencapai puncaknya dengan rincian waktu sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€’ Puncak Aktivitas: Secara global, terjadi pada 8 Mei, namun untuk daerah Indonesia (WIB), puncaknya terjadi pada 9 Mei 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

β€’ Waktu Pengamatan: Meteor dapat mulai terlihat ketika titik radian muncul di ufuk timur sekitar pukul 22.18 WIB dan akan terus terlihat hingga fajar pada pukul 05.29 WIB

ADVERTISEMENT

β€’ Jam Emas: Waktu paling ideal untuk mengamati adalah sekitar pukul 04.00 WIB. Pada saat ini, titik asal meteor (radian) berada di ketinggian tertinggi di langit, sehingga kemungkinan melihat cahaya kilatan menjadi jauh lebih besar.

Apa yang Membuat Eta Lyrid Unik?

Berbeda dengan hujan meteor besar lainnya, Eta Lyrid memiliki ciri khas yang unik dan patut untuk diperhatikan:

1. Daya Tarik dengan Tingkat Intensitas Rendah

Secara teoritis, hujan meteor ini memiliki Zenithal Hourly Rate (ZHR) atau tingkat aktivitas sekitar 3 meteor setiap jam dalam kondisi langit yang sempurna. Namun, jika Anda mengamati dari wilayah perkotaan seperti Jakarta, jumlah meteor yang terlihat mungkin hanya mencapai sekitar 1 meteor per jam akibat polusi cahaya dan posisi radian di langit.

2. Sejarah yang Cukup Muda

Menariknya, Eta Lyrid tidak pernah tercatat dalam sejarah astronomi kuno. Ahli astronomi terkemuka, Gary Kronk, bahkan tidak menyebutkan hujan meteor ini di dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1988. Fenomena ini baru dapat diidentifikasi dengan jelas setelah tahun 1983.

Hujan meteor Eta Lyrid memiliki ikatan yang kuat dengan Komet C/1983 H1 (IRAS-Araki-Alcock). Komet ini dikenal sebagai sumber utama dari hujan meteor ini. Ketika Bumi melewati jalur orbit komet ini, sisa debu dan fragmen dari komet tersebut memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, membentuk apa yang kita saksikan sebagai hujan meteor.

Studi modern yang dilakukan oleh jaringan kamera CAMS BeNeLux telah mengonfirmasi eksistensi aliran meteor ini setelah menganalisis lebih dari 686.000 orbit meteor dalam bentuk video. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola aktivitas yang tajam dan jelas, membuktikan bahwa Eta Lyrid adalah fenomena nyata yang berulang setiap tahunnya.

Tips Menikmati Hujan Meteor Eta Lyrid

Dengan jumlah meteor yang tidak terlalu banyak, Anda perlu melakukan beberapa persiapan tambahan agar tidak kehilangan kesempatan ini:

β€’ Carilah lokasi jauh dari cahaya kota. Pergilah ke tempat terbuka yang memiliki sedikit polusi cahaya.

β€’ Teleskop atau binokular tidak diperlukan. Penglihatan manusia dapat menangkap meteor yang bergerak cepat dengan sudut pandang yang lebih luas.

β€’ Pergunakan kursi santai atau tempat tidur. Biarkan mata Anda beradaptasi dengan kegelapan selama 20 menit untuk meningkatkan sensitivitas penglihatan.

Walaupun kegiatan ini tidak terlalu intens, para pakar menganjurkan untuk terus mengawasi Eta Lyrid karena ada kemungkinan munculnya lonjakan aktivitas yang tak terduga ke depannya.

Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu peserta magang Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Deretan Fenomena Langit yang Bakal Muncul di Desember 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads