Proses perceraian selebgram Clara Shinta dengan suaminya, Muhammad Alexander Assad, kini memasuki tahap baru di pengadilan.
Dalam sidang perdana, kuasa hukum Clara Shinta, Moh. Akil Rumaday, mengungkap isi gugatan yang diajukan kliennya. Perempuan bernama lengkap Elisabeth Clara Shinta Aritonang itu disebut tidak menuntut pembagian harta gana-gini maupun nafkah dalam proses perceraian tersebut.
Saat ini, Clara Shinta hanya ingin perpisahannya dengan sang suami sah secara hukum dan memilih untuk tidak memperumit perkara dengan tuntutan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Ibu Clara kan sebenarnya tidak menginginkan hal-hal lain ya, hanya fokus pada perceraian saja. Itu saja," kata Moh. Akil Rumaday dilansir detikHot, Kamis (7/5/2026).
Pihak kuasa hukum juga memastikan bahwa hingga kini tidak ada tuntutan mengenai pembagian aset bersama ataupun nafkah yang tercantum dalam gugatan.
"Untuk sejauh ini dalam gugatan tidak ada (permintaan nafkah). Gana-gini, kalau dalam perkara ini tidak ada," tegasnya.
Ketidakhadiran Clara Shinta dalam sidang perdana disebut karena kondisinya sedang sakit dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Karena itu, majelis hakim meminta Clara untuk hadir langsung pada sidang berikutnya guna menjalani mediasi.
"Beliau sedang kurang enak badan, demam. Jadi, sudah diperiksa di rumah sakit dan ada hasil cek darahnya ya. Beliau sakit dan tadi hakim perintahkan kami untuk menghadirkan langsung prinsipal," jelasnya.
Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 dengan agenda mediasi. Dalam sidang tersebut, Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad diwajibkan hadir secara langsung.
Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad resmi menikah pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Namun, usia pernikahan mereka belum genap setahun ketika isu perselingkuhan mulai mencuat dan akhirnya berujung pada gugatan cerai yang diajukan Clara Shinta pada April 2026.
(nkm/nkm)











































