Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) mengalami kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Bus itu diketahui telah berusia 24 tahun.
"Sekitar 20 tahunan, dari tahun 2002," kata Humas ALS, Alwi Matondang, di loket ALS Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Kamis (7/5/2026).
Alwi mengatakan, bahwa kondisi bus tersebut sangat terawat meskipun usianya sudah 24 tahun. Menurutnya, setiap bus selalu diperiksa sebelum diberangkatkan untuk beroperasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengecekan itu setiap akan beroperasi pasti kami cek dulu. Semua komponen, seperti rem, kondisi ban, lampu, dan mesin, semuanya kami periksa," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan bus cadangan yang digunakan apabila bus lain mengalami kendala. Meski demikian, bus itu masih masuk kategori layak jalan.
"Busnya masih layak. Posisinya sebagai bus cadangan. Jadi, ketika ada kebutuhan, misalnya ke Semarang, bus itu bisa diperbantukan," katanya.
Bus ALS tersebut diketahui terlibat kecelakaan dengan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara). Kedua kendaraan tersebut terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) hingga mengakibatkan adanya korban meninggal.
Kejadian tersebut terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menjelaskan awalnya Bus ALS yang berisi diduga belasan orang itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.
"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan lantaran diduga menghindari lubang sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," katanya, Rabu (6/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, kata Iin, kedua mobil tersebut terbakar hebat hingga mengakibatkan korban tewas.
(afb/afb)











































