Pemerintah terus melanjutkan transformasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN), salah satunya melalui pengurangan jumlah perusahaan pelat merah.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan evaluasi menyeluruh telah dilakukan selama setahun terakhir. Dari hasil evaluasi tersebut, jumlah BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan direncanakan akan dipangkas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan saja.
Pernyataan itu disampaikan Rosan saat menghadiri acara CEO Development Program. Potongan sambutannya juga diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @rosanroeslani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita pun sudah melakukan evaluasi secara komprehensif selama setahun ini, dan number of companies-nya (jumlah BUMN) akan berkurang secara signifikan dari 1.000 lebih, akan menjadi 200-300 company saja," papar Rosan dikutip detikFinance, Rabu (6/5/2026).
Menurut Rosan, pemerintah saat ini juga terus mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul dari proses pengurangan jumlah BUMN tersebut. Tujuan utamanya adalah agar perusahaan negara dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Ia menegaskan pentingnya perencanaan yang matang agar transformasi BUMN dapat berjalan efektif. Selain itu, Rosan juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh proses dilakukan secara cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengerjakan ini, tidak hanya dengan planning yang baik, planning yang solid, tetapi juga dengan apa yang Bapak Presiden sudah menyampaikan, dengan cepat. Supaya manfaatnya bisa dirasakan segera," tegas Rosan.
Baca juga: Jumlah BUMN Dipangkas dari 1.000 Jadi 200 |
(nkm/nkm)











































