Petani Bersyukur Rehab Bendungan Krueng Pase Selesai Lebih Cepat

Karya Merah Putih

Petani Bersyukur Rehab Bendungan Krueng Pase Selesai Lebih Cepat

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 05 Mei 2026 16:01 WIB
Petani Bersyukur Rehab Bendungan Krueng Pase Selesai Lebih Cepat
Foto: Menteri PU Dody Hanggodo bercengkerama dengan petani di sebuah rangkang di pinggir sawah, di Desa Blang Majron, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. (Agus Setyadi/detikSumut)
Aceh Utara -

Petani di Aceh Utara mengaku bersyukur rehabilitasi bendung Krueng Pase di Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia selesai dikerjakan dalam waktu 4,5 tahun. Mereka sempat berpikir prosesnya memakan waktu hingga 10 tahun.

Petani menyampaikan rasa syukur saat bertemu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di sebuah rangkang (tempat berteduh) di pinggir sawah di Desa Blang Majron, Kecamatan Syamtalira Bayu, Selasa (5/5/2026). Dody membuka sepatu lalu duduk bersila di atas rangkang bersama petani. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban.

"Masyarakat di sini selalu berdoa supaya bendung Krueng Pase diperbaiki secepat mungkin. Ketika awal rusak, kami perkirakan selesainya dalam waktu 10 tahun tapi ternyata 4 tahun 6 bulan sudah siap," kata Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) Desa Blang Majron, Lidan Ahmad di depan Dody.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lidan menjelaskan, para petani selama bendung rusak terpaksa menanam padi dengan sistem tadah hujan sehingga tidak maksimal. Hasil panen juga tidak sesuai yang diharapkan.

Pasca bendungan itu selesai, para petani sudah mulai menggarap sawah kembali. Mereka sepakat menyemai bibit pada 10 Mei mendatang dan masa tanam dimulai 25 Mei.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah bisa menjalankan roda ekonomi kami lagi. Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo dan pak menteri yang sudah datang ke sini," jelas Lidan.

Dalam persamuhan yang dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang, Lidan meminta demplot yang dijanjikan pemerintah daerah seluas 2 hektare agar ditambah menjadi 5 hektare. Dia juga berharap petani diberikan traktor untuk membajak sawah serta mesin pemotong padi.

"Demplot yang diberikan tanggung hanya 2 hektare. Kami minta ditambah 3 hektare sehingga jadi 5 hektare," ujar Lidan.

Menteri Dody mengaku akan menyampaikan permintaan petani terkait traktor ke menteri pertanian. Dia berharap para petani dapat memanen padi minimal 2 kali dalam setahun pasca selesainya pembangunan bendung.

"Bendung Krueng Pase ini sudah selesai diperbaiki dan airnya sudah mengairi sawah hampir 9 ribu hektare," kata Dody kepada wartawan.

Sawah yang mengandalkan air di sungai itu terletak delapan Kecamatan di Aceh Utara yaitu di Kecamatan Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Matang Kuli, Syamtalira Aron, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir. Sementara satu kecamatan lainnya adalah Blang Mangat di Kota Lhokseumawe.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads