Pria di Siantar Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri

Pria di Siantar Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri

Heri Rafael Silaen - detikSumut
Senin, 04 Mei 2026 15:31 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo
Pematangsiantar -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria ditemukan tewas diduga gantung diri di Pematangsiantar. Korban ditemukan sudah tergantung di pintu kamar dengan tali sepatu berwarna putih yang terlilit di leher korban.

Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan temuan mayat gantung diri di Jalan Cendana, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar pada Minggu (03/05/2026) pukul 10.45 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendapat laporan temuan mayat di jalan cendana, personil piket Polsek Siantar Utara respon cepat pengecekan TKP," Sebut Jahrona Sinaga.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki berinisial ES (26), warga Jalan Ismail Lk VI, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Korban pertama kali ditemukan oleh saksi HHS yang memanggil korban ES yang merupakan pekerjanya untuk mengajak korban makan.

ADVERTISEMENT

Saksi HHS membuka pintu rumah dan terkejut melihat korban sudah tergantung di pintu kamar, kemudian saksi memanggil saksi RS untuk melihat korban dan melaporkan kejadian ke Mako Polsek Siantar Utara.

Warga di sekitar TKP terkejut dengan adanya penemuan mayat di rumah kontrakan tersebut. Seorang penjual mi bernama Jojor Hutabarat mengatakan dirinya terkejut saat adanya kejadian tersebut. Dirinya juga baru mengetahui penemuan mayat tersebut setelah banyak masyarakat beserta personil polisi dan tim inafis berkumpul di TKP.

"Udah rame-rame di sini baru tau ada yang gantung diri di sini, mau mendekat pun aku nggak berani buat melihat," Sebut Jojor.

Jojor Hutabarat juga menuturkan bahwa dirinya belum mengenal korban, karena diketahui bahwa korban baru saja tinggal di rumah tersebut. Dirinya juga menuturkan bahwa karena pekerjaan korban yang berjualan hingga malam jadi tidak pernah melihat dan berkenalan dengan korban.

"Baru tinggal dia di situ di sebelah rumah Bos nya, mereka jualan sampai malam jadi gak pernah lah korban itu nampak atau beli mie disini," tambah Jojor Hutabarat.

Berdasarkan keterangan saksi HHS, korban sudah bekerja dengan saksi HHS selama 3 bulan dan tinggal di sebelah rumah HHS. Pada Minggu dini hari Pukul 01.00 WIB sepulang berjualan korban meminta HHS untuk mengunci pintu dari luar.

Tim Personil Polsek Siantar Utara dan tim Inafis disaksikan RT setempat membuka tali sepatu yang diikatkan di leher korban dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

"Dari hasil cek TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban dan jenazah korban masih dititip di ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih karena masih berusaha menghubungi pihak keluarga korban," y ngkap Kasi Humas Pematangsiantar Iptu Agustina Tridewi.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads