Simak! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Air Sumur Keruh-Bau saat Hujan

Simak! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Air Sumur Keruh-Bau saat Hujan

Danang Sugianto - detikSumut
Jumat, 01 Mei 2026 21:29 WIB
Ilustrasi air sumur bor yang sumber airnya didapat dari dari mata air di bawah tanah.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/erdre).
Jakarta -

Air sumur yang tiba-tiba menjadi keruh ketika musim hujan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik rumah. Keadaan ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan jika tetap dipakai tanpa penanganan yang tepat.

Musim hujan dengan curah tinggi memang bisa mempengaruhi kualitas air tanah, terutama pada rumah yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama. Air sumur yang berubah warna, berbau, atau terasa berbeda bisa menjadi tanda adanya kontaminasi dari lumpur, air permukaan, hingga zat berbahaya lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui penyebab air sumur menjadi keruh saat musim hujan agar bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat. Melansir detikProperti, berikut informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi air sumur keruh dan bau saat hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Air Sumur Keruh saat Musim Hujan

Ada beberapa faktor yang sering menyebabkan kualitas air sumur menurun saat hujan deras mengguyur.

ADVERTISEMENT

1. Struktur Sumur Tidak Kedap Air

Retakan pada dinding sumur atau penutup sumur yang tak rapat memungkinkan air kotor dari luar merembes masuk. Risiko ini biasanya lebih tinggi pada sumur yang telah tua dan mulai rapuh.

2. Air Hujan dan Banjir Membawa Lumpur ke Sumur

Hujan deras maupun banjir bisa membawa lumpur, tanah, dan beragam kotoran dari permukaan tanah masuk ke dalam sumur. Akibat dari itu, air berubah jadi keruh dan tak layak dipakai.

3. Perubahan Aliran Air Tanah

Curah hujan tinggi bisa mengubah arah dan pola aliran air tanah. Kondisi ini memungkinkan bakteri, nitrat, atau zat kontaminan lain ikut terbawa masuk ke sumur tanpa disadari.

4. Sumur Tercemar Septic Tank atau Limbah

Jarak sumur yang terlalu dekat dengan septic tank atau saluran limbah juga bisa memicu pencemaran. Saat hujan deras, bakteri dan zat berbahaya bisa terbawa aliran air lalu masuk ke sumber air sumur.

Karena itu, pemilik rumah perlu memperhatikan jarak ideal antara sumur dan septic tank agar kualitas air tetap aman.

Cara Mengatasi Air Sumur yang Keruh

Bila air sumur berubah keruh saat musim hujan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya kualitas air kembali aman dipakai

1. Jangan Gunakan untuk Minum dan Memasak

Air sumur yang keruh sebaiknya tidak digunakan dulu untuk konsumsi. Kondisi itu bisa menjadi tanda adanya bakteri atau zat berbahaya di dalam air.

2. Pasang Filter Air

Pemasangan filter bisa membantu menyaring lumpur, pasir, dan partikel halus lainnya sehingga air menjadi lebih jernih dan layak digunakan.

3. Rutin Cek Kualitas Air

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA) menyarankan pengujian kualitas air sumur setidaknya setahun sekali. Pemeriksaan juga perlu dilakukan setelah hujan deras atau banjir.

4. Gunakan Bahan Penjernih Air

Pemilik rumah bisa memakai tawas atau kaporit untuk membantu mengendapkan kotoran dan membunuh bakteri. Tapi, penggunaannya harus sesuai takaran supaya aman.

5. Perbaiki Struktur Sumur

Pastikan penutup sumur selalu rapat dan dinding sumur tak retak. Selain itu, area sekitar sumur juga perlu punya drainase yang baik agar air hujan tidak mudah masuk ke dalam sumur.

Air sumur keruh saat musim hujan memang menjadi masalah yang cukup umum terjadi. Namun, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak pada kesehatan penghuni rumah. Dengan perawatan rutin dan penanganan yang tepat, kualitas air sumur dapat tetap terjaga meski musim hujan tiba.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads