Dari CCTV ke Travoy, Cerita di Balik Info Tol Real Time

Dari CCTV ke Travoy, Cerita di Balik Info Tol Real Time

Kartika Sari - detikSumut
Kamis, 30 Apr 2026 21:00 WIB
Aini, penumpang yang memantau CCTV ruas tol melalui Travoy
Foto: Aini, penumpang yang memantau CCTV ruas tol melalui Travoy (dok. Kartika/detikSumut)
Medan -

Sinar matahari pagi menyusup tipis melalui kaca mobil yang melaju perlahan di dekat Gerbang Tol Tanjung Morawa. Di kursi penumpang, Aini menatap layar ponselnya, memantau CCTV lalu lintas tol yang akan ia lalui, penentu kelancaran perjalanan menuju Danau Toba.

"Gimana? Ada macet, nggak?" tanya Singgih, suami Aini yang menyetir di sampingnya.

"Nggak terlalu. Paling agak ramai di Tanjung Morawa-nya, selebihnya aman," jawab Aini, tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Aini, mengetahui kondisi lalu lintas sebelum memasuki tol bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ia ingin memastikan perjalanan tetap lancar sekaligus mengantisipasi hambatan sejak awal. Melalui fitur CCTV di Travoy, ia merasa lebih siap dan tenang.

"Belum lama pakai Travoy dan ini kita bisa pantau daerah yang lengang sama padat," ujar Aini sambil menunjukkan area titik lengang ruas Tol Tanjung Morawa dari CCTV melalui layar ponselnya.

ADVERTISEMENT

Peran Aini sebagai 'navigator' membuatnya akrab dengan informasi lalu lintas. Namun, kondisi itu tidak selalu seperti sekarang. Ia mengingat masa ketika perjalanan di jalan tol kerap diwarnai ketidakpastian-melaju tanpa gambaran kondisi di depan, hingga tiba-tiba terjebak kemacetan panjang tanpa tahu penyebabnya.

"Saya yang pegang Travoy dan info kondisi jalan tol yang kita lewati ke suami yang nyetir. Sekarang sih enggak terlalu deg-degan lagi ya tanpa tahu penyebabnya, kalau dulu kita masuk jalan tol ya tidak tahu kejadian di depan kita, rupanya udah macet saja, mau balik juga nggak bisa," jelasnya.

"Kalau ada CCTV ini, kita bisa tahu ternyata dan bisa milih untuk mau pilih jalur lain atau tunda dulu," sambung Aini.

Ingatan itu mengarah ke November 2025. Saat itu, perjalanan Aini dan suaminya dari Tebing Tinggi menuju Medan berubah arah setelah ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi KM 41+600 Jalur B amblas. Mereka harus dialihkan ke Gerbang Tol Kualanamu, menambah jarak tempuh yang tidak direncanakan.

"Pernah kita pas itu dari Tebing Tinggi mau pulang ke Medan ya, rupanya amblas pula. Jalurnya dialihkan ke Gerbang Tol Kualanamu, panik sama ragu-ragu juga lah kita itu. Sempat adu mulut sama suami pilih lewat tol atau enggak, ya sudah akhirnya kita lewat jalur tol lain," jelas Aini.

"Coba aja kita udah tahu ada aplikasi ini, kan bisa sigap kita cari alternatif biar enggak sampai terjebak," sambungnya dibarengi tawa kecil.

Kini, situasi serupa dapat diantisipasi lebih dini. Di tengah perjalanan, Aini menunjukkan notifikasi dari Travoy yang mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan di titik rawan kecelakaan, informasi yang langsung ia sampaikan kepada suaminya.

"Ada notifikasi ini menolong karena waktu bisa lebih efisien dan kita bisa ambil keputusan. Kita nggak asal jalan tanpa kondisi di depan," katanya.

Informasi Real Time Saat Arus Mudik

Akses informasi ini tidak hanya membantu perjalanan harian, tetapi menjadi krusial saat momen mudik Lebaran. Pada periode ini, volume kendaraan meningkat signifikan, antrean mengular di gerbang tol, dan rest area dipadati pengguna jalan.

Dalam kondisi padat dan dinamis, pengendara tidak lagi sekadar menerka. Mereka dapat memastikan kondisi lalu lintas sebelum melintas. Melalui Travoy, arus kendaraan bisa dipantau secara real time, bukan lagi berbasis perkiraan.

Data PT Jasa Marga menunjukkan fitur pemantauan CCTV menjadi yang paling banyak diakses, mencapai 3,59 juta kali selama periode Lebaran. Disusul fitur tarif tol sebanyak 500 ribu akses, peta 240 ribu akses, informasi rest area 138 ribu akses, serta resi digital 10 ribu akses.

Angka tersebut memperlihatkan satu hal: akses informasi real time telah menjadi kebutuhan utama dalam perjalanan jarak jauh, khususnya saat arus mudik.

Ridho, pengendara asal Medan, merasakan langsung manfaat ini saat mudik ke Rantauprapat bersama keluarga kecilnya. Bahkan sebelum keluar rumah, ia sudah memantau kondisi gerbang tol dan ruas jalan yang akan dilalui.

"Kita berangkat H-4 sebelum lebaran ya, kita mikirnya pasti makin ramai ya. Kita cek dulu di Travoy itu bagaimana suasananya di gerbang tol sama di (ruas) jalannya lewat CCTV. Istri saya yang bantu mengecek kondisinya," kata Ridho.

"Rupanya kita cek di Tol Amplas pas pagi hari enggak terlalu padat. Ya sudah, kita tancap gas langsung," lanjutnya.

Bagi Ridho, informasi ini menjadi dasar dalam mengambil keputusan selama perjalanan, apakah melanjutkan perjalanan atau beristirahat di rest area.

"Lumayan membantu lah, kami bisa pilih mau jalan terus atau singgah ke rest area dulu," ucapnya.

Dari Ruang Kendali ke Genggaman

Informasi yang diterima Aini dan Ridho bukan hadir secara instan. Di balik layar, ada sistem pemantauan yang bekerja tanpa henti.

Di ruang Command Centre Jasamarga Kualanamu Tol, deretan layar besar menampilkan puluhan potongan CCTV aktivitas lalu lintas dari Kualanamu hingga Tebing Tinggi tanpa jeda. Ada ruas yang padat merayap, ada pula yang lengang.

Di depan layar, petugas memantau setiap titik secara saksama. Salah satunya Rando, operator yang memastikan setiap gangguan dapat terdeteksi sejak awal.

Sebagai garda terdepan informasi, Rando memastikan setiap kejadian di lapangan segera ditindaklanjuti. Data dari CCTV diteruskan secara cepat untuk diolah menjadi informasi yang dapat diakses pengguna.

"Ada 181 CCTV yang kita pantau dari Kualanamu sampai Tebing Tinggi. Kalau ada yang kecelakaan akan kita monitor dan langsung panggil petugas untuk ke lokasi. Info ini yang kita sampaikan ke pusat dan nanti ke Travoy," tutur Rando.

Ia menjelaskan, seluruh data tersebut diinput ke dalam Jasamarga Integrated Digitalmap (JID), sistem peta digital terintegrasi milik Jasa Marga. Dari sana, informasi terhubung ke Jasamarga Tollroad Command Centre hingga akhirnya tampil di aplikasi Travoy secara real time.

"Setelah diinput ke JID, nanti di Jasamarga Tollroad Command Centre itu secara sistem akan muncul di Travoy karena sudah terintegrasi," sambungnya.

Rando bekerja bersama empat petugas lain dalam sistem sif bergantian. Skema ini memastikan pemantauan berlangsung tanpa jeda, terutama saat volume kendaraan meningkat.

"Kita ada sif dengan petugas lain juga yang penting pemantauan tidak terjeda agar pengendara juga dapat informasi secara real time, ini juga tanggung jawab kami ya biar pengendara bisa merasa nyaman," ujarnya.

CCTV dalam Genggaman Pengguna Jalan

Kehadiran Travoy tidak sekadar menjadi aplikasi, melainkan pendamping bagi pengendara dalam mengambil keputusan selama perjalanan.

Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol Thomas Dwiatmanto mengatakan, Travoy menghadirkan berbagai fitur mulai dari CCTV, biaya tol, towing, informasi rest area, peta, hingga pengisian bahan bakar. Semua dirancang agar perjalanan lebih terprediksi.

"Travoy memberikan rasa aman dan nyaman karena pengguna memiliki akses informasi kondisi jalan, rest area, hingga layanan darurat. Adanya informasi ini, pengguna jalan juga bisa memperkirakan biaya perjalanan," ungkapnya.

Ia menegaskan, data yang ditampilkan telah melalui proses validasi dan terus diperbarui secara real time dari berbagai sumber operasional.

Menurutnya, fitur CCTV real time berperan penting dalam mengurangi risiko kecelakaan. Pengendara dapat mengantisipasi kondisi jalan sejak awal, termasuk titik padat maupun gangguan di ruas tol.

"Tentunya dengan informasi terkini dan akurat, Travoy secara signifikan membantu mengurangi risiko pengguna jalan terjebak di titik padat di tol karena mereka bisa mengantisipasi lebih awal," jelasnya.

"Dampaknya, perjalanan jadi lebih efisien termasuk dari sisi waktu, ini akan langsung diinfokan dari aplikasi kepada pengendara yang sedang berada di sekitaran lokasi," sambung Thomas.

Bantu Pengendara Atasi Gangguan

Pengamat Transportasi Sumut Syukrinaldi menilai fitur dalam Travoy membantu pengemudi memahami kondisi jalan tol yang sebelumnya sulit diprediksi.

"Aplikasi ini cukup positif karena kan pengendara selama ini seperti kehilangan arah, enggak tahu kita bagaimana situasi jalan tol itu. Misalnya pengendara menuju satu daerah dan kita ingin tahu titik tersebut padat merayap atau bagaimana, memang itu tol tapi masih ada juga yang jalannya amblas, atau ada kerusakan jalan di kilometer berapa kan enggak tahu kita kalau tidak dilalu," kata Syukrinaldi.

"Paling tidak mereka memberi tahu melalui peringatan ya, kalau ada alarm berarti ada sesuatu dari lokasi yang kita lalui. Pemberitahuan seperti mengurangi kecepatan supaya tidak saling berpacu terus, ini cukup efektif," lanjutnya.

Ia menambahkan, fitur CCTV real time tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga efisiensi, terutama saat terjadi gangguan di dalam tol.

"Fitur yang diberikan secara real time ini tentu membuat pengendara sangat efisien. Sebelum berangkat dia sudah tahu menuju ke situ tapi yang paling utama itu pada saat ada trouble di dalam tol, itu yang paling penting agar pengendara sampai tujuan tanpa rasa khawatir," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 3.500 CCTV Jasa Marga Terhubung ke Travoy, Bisa Pantau Tol Saat Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(ksr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads