Hari ini diperingati sebagai salah satu momen berharga bagi dunia sastra Tanah Ai. Tanggal 28 April dipilih sebagai Hari Puisi Nasional untuk mengenang sosok Chairil Anwar.
Lantas siapa sebenarnya Chairil Anwar? Yuk simak artikel ini.
Siapa itu Chairil Anwar?
Chairil Anwar adalah penyair yang hidup dan matinya tidak dapat dilepaskan dari puisi Indonesia modern sehingga ia menjadi pelopor Angkatan 45 dalam Sastra Indonesia. Dia lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Ensiklopedia Kemendikdasmen, Chairil Anwar lahir dari keluarga yang cukup terdidik. Ayahnya adalah seorang pegawai pemerintah, sementara ibunya memiliki latar belakang yang kuat dalam pendidikan.
Setelah orang tuanya berpisah, Chairil pindah ke Jakarta bersama ibunya. Di kota inilah, bakat kepenyairannya mulai berkembang pesat.
Ia dikenal sebagai sosok yang gemar membaca karya sastra dunia. Pengaruh dari penulis asing seperti Rainer Maria Rilke hingga Hendrik Marsman membentuk gaya puisinya yang unik, bebas, lugas, dan penuh makna mendalam.
Chairil tidak terpaku pada aturan lama yang kaku, melainkan menciptakan gaya baru yang lebih personal dan berani.
Chairil Anwar merupakan tokoh penting dalam Angkatan 45, sebuah generasi sastrawan yang muncul di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karya-karyanya mencerminkan semangat zaman yang penuh gejolak, keberanian, dan pencarian jati diri.
Puisi-puisi Chairil sering kali mengangkat tema eksistensialisme, kematian, kebebasan, dan individualitas. Salah satu puisinya yang paling terkenal, Aku, menjadi simbol perlawanan dan kebebasan individu.
Dalam puisinya, ia menulis dengan gaya yang tegas, bahkan cenderung kasar. Namun justru itulah yang membuatnya terasa jujur dan kuat.
Beberapa karya paling ikonik dari Chairil Anwar adalah puisi berjudul Aku, Kerawang Bekasi, Derai-Derai Cemara, dan senja di Pelabuhan Kecil. Puisi-puisi ini tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga sarat dengan makna filosofis dan refleksi kehidupan.
Bahkan, banyak karya Chairil yang masih dipelajari di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.
Sayangnya, perjalanan hidup Chairil Anwar tergolong singkat. Ia wafat pada 28 April 1949 di usia 26 tahun. Meski demikian, warisan yang ditinggalkannya sangat besar bagi dunia sastra Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan, tanggal wafatnya kemudian diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Peringatan ini digagas Badan Pengembangan Bahasa bersama Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video: Polisi Diserang Warga Saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































