Ketua DPRD Tapteng Jelaskan Soal Viral Cekcok dengan Lurah

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB
Foto: Ketua DPRD Tapteng cekcok dengan lurah di Tapteng. (Tangkapan layar)
Tapanuli Tengah -

Ketua DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) Ahmad Rivai Sibarani cekcok dengan Lurah Padang Masiang Hendra Hutauruk di Kantor Camat Barus. Ahmad Rivai pun menjelaskan soal peristiwa itu.

"Masyarakat dari beberapa desa demo mengenai bantuan bencana yang tidak terdata rumahnya datang ke kantor camat, kepala desa banyak di situ datang, lurah, kepling," kata Ahmad Rivai Sibarani saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Saat berada di Kantor Camat Barus, ada warga Padang Masiang mengaku jika bantuan jaminan hidup (Jadup) sudah ditutup kata Hendra. Sehingga Hendra kemudian dipanggil menjumpai warga.

"Ada warganya mengatakan ditanyanya lurah ini gimana keadaan jadup, udah tutup katanya (lurah), makanya lurahnya dipanggil," ucapnya.

Namun saat datang, Hendra langsung merokok dan berakhir dengan cekcok dengan Rivai. Rivai menilai harusnya Hendra minta maaf terlebih dahulu kepada warga.

"Datang ya itulah kejadian terus, itu ajalah. Seharusnya kita kan minta maaf kepada masyarakat," ujarnya.

Rivai berharap agar Bupati Tapteng Masinton Pasaribu lebih teliti dalam menunjuk pejabat. Hal itu mengingat sebelumnya seorang camat cekcok dengan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution.

"Ditelitinya siapa yang ditempatkan jadi lurah, jadi camat, jadi kek gini, dulu gubernur diarogansi oleh camat," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam rekaman video tersebut, peristiwa terjadi pada Senin (27/4). Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani, saat itu sedang bermusyawarah membahas penerimaan bantuan bencana. Namun, secara tiba-tiba Lurah Padang Masiang Hendra Hutauruk datang ke forum diskusi menggunakan pakaian dinas, kemudian menyalakan sebatang rokok di hadapan masyarakat.

Ketua DPRD kemudian meminta agar lurah tersebut berdiri di hadapan masyarakat. Lurah tersebut tidak terima dan secara tiba-tiba membanting meja serta membentak Ketua DPRD Tapteng hingga terjadi cekcok antara keduanya.

Warga yang kesal melihat sikap arogan lurah tersebut emosi dan nyaris diamik massa. Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung membawa lurah tersebut ke Polres Tapteng untuk diamankan sementara guna mengantisipasi keributan.

Kapolres Tapteng, AKBP Alan Haikel, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Kantor Camat Barus, Tapteng, pada Senin (27/4), saat pembahasan bantuan bencana. Ia menyebutkan bahwa sikap lurah tersebut memicu emosi masyarakat hingga nyaris terjadi amuk massa.

"Tadi ada pembahasan bantuan. Kebetulan masyarakat dan Ketua DPRD hadir, mungkin ada pernyataan dari lurah yang memancing emosi masyarakat," jelasnya kepada detikSumut saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (27/4/2026).

Karena nyaris terjadi amuk massa, petugas kepolisian segera menenangkan situasi. Namun, karena kondisi semakin memanas, petugas akhirnya mengamankan lurah tersebut dan membawanya ke Polres Tapteng.

"Lurah tersebut diamankan oleh Kapolsek dan dibawa ke Polres dengan tujuan agar situasi tidak semakin ricuh. Kami pisahkan untuk meredakan keadaan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Polri Kirim 22 Truk Bantuan untuk 40 Ribu Korban Bencana Sumatera"

(Niz/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork