Pecahkan Rekor Muri, Warga Abdya Antusias Bikin 15 Ribu Lemang

Pecahkan Rekor Muri, Warga Abdya Antusias Bikin 15 Ribu Lemang

Agus Setyadi - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 16:00 WIB
Warga Abdya memasak lemang di acara HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). (Agus Setyadi/detikSumut)
Foto: Warga Abdya memasak lemang di acara HUT ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). (Agus Setyadi/detikSumut)
Aceh Barat Daya -

Warga Aceh Barat Daya (Abdya) antusias membuat 15 ribu batang lemang untuk memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan itu juga bagian dari perayaan ulang tahun ke-24 daerah berjuluk Nanggroe Breuh Sigupai.

Pantauan detikSumut, proses pembuatan lemang massal berlangsung di bantaran sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan dan Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/4/2026). Warga dari masing-masing desa membawa 50 batang bambu yang telah diisi beras serta berbagai bahan membuat lemang.

Warga mendirikan tenda perdesa dan membuat lemang di depannya. Panitia memberikan nomor setiap desa untuk memudahkan pendataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses membuat lemang dimulai sejak pagi tadi dengan menyiapkan berbagai keperluan. Bambu yang sudah dimasukkan bahan-bahannya ditaruh rapi di dekat kayu bakar dengan besaran api yang terus dikontrol.

"Kalau apinya pas, 2 jam lemang ini sudah bisa kita nikmati. Untuk proses membuat lemang ini sudah kami lakukan sejak jam 3 pagi tadi," kata Pengurus PKK Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Syarifah Marhamah kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, lemang yang mereka buat lebih banyak mengandung rempah-rempah sehingga rasanya beda dengan di tempat lain. Masyarakat di Abdya biasanya memasak lemang saat momen-momen tertentu seperti meugang dan menyantapnya dengan tape hingga durian.

Syarifah mengajak generasi muda untuk merawat tradisi tersebut. "Jangan pernah meninggalkan karena lemang ini adalah tradisi nenek moyang kita," jelasnya.

Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin mengatakan, kegiatan itu bukan bukan hanya sekadar memecahkan rekor Muri tapi juga menjadi simbol semangat gotong-royong dan kekompakan di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, ada 15 ribu batang lemang dibuat serta 35 ribu tape.

"Kegiatan ini juga untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal. Kalau dulu harga bambu ini Rp 2 ribua sekarang menjadi Rp 8 ribuan. Kebutuhannya ini sangat tinggi," jelas Safaruddin.

Mantan anggota DPR Aceh itu menjelaskan lemang merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Dalam acara-acara tertentu, masyarakat di sana kerap membuat lemang dalam jumlah ganjil seperti 3, 5 atau 7.

"Tradisi ini harus kita wariskan turun-temurun dan ini gak boleh kita hilangkan. Menurut saya ini bagian kita melestarikan nilai kebudayaan, dan Alhamdulillah kita hari ini bukan hanya memecahkan rekor Indonesia, tapi rekor dunia. Ini bukan hanya sekadar prestasi, tapi juga bagian kita menunjukkan Abdya sedang berkolaborasi," ujar Safaruddin.




(agse/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads