Karakter menjadi ciri khas pada diri manusia dalam hal berpikir dan bertindak. Karakter pada seseorang tentu tidak serta-merta muncul dengan sendirinya.
Banyak hal yang membentuk karakter individu, salah satunya adalah melalui berbagai pengalaman dan interaksi di lingkungan. Lingkungan tempat kita berada, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lingkungan kerja, memiliki pengaruh besar dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku kita sehari-hari.
Berbagai teori dan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan memiliki peran yang sangat dominan dalam membentuk karakter seseorang hingga dewasa. Salah satu teori yang menjelaskan hal ini adalah teori pembelajaran sosial, atau disebut sebagai Social Learning Theory.
Dikutip dari Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) bertajuk "Social Learning Theory: Cognitive and Behavioral Approaches" pada 2022, teori ini dikemukakan oleh Albert Bandura, yang menyatakan bahwa perilaku manusia terbentuk dari interaksi yang saling mempengaruhi secara terus-menerus antara pikiran (kognitif), tindakan (perilaku), dan lingkungan sekitar. Konsep ini akrab disebut sebagai konsep Determinisme Resiprokal.
"Pembelajaran terjadi karena orang mengamati konsekuensi dari perilaku orang lain," demikian tertulis pada jurnal tersebut.
Oleh sebab itu, sebagian besar perilaku manusia dipelajari dengan cara mengamati orang lain. Berbagai stimulus yang diterima individu, kemudian diproses menjadi cara bagaimana suatu perilaku dilakukan, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai acuan untuk bertindak di kemudian hari.
Melalui proses ini, perilaku yang awalnya hanya ditiru kemudian menjadi bagian dari karakter individu.
Simak Video "Video Menteri LH Kenalkan Tobat Ekologis Nasional, Apa Itu?"
(astj/astj)