Nike Pecat 1.400 Karyawan di Seluruh Dunia, Ini Sebarannya

Nike Pecat 1.400 Karyawan di Seluruh Dunia, Ini Sebarannya

Retno Ayuningrum - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 01:03 WIB
Ilustrasi PHK
Foto: Ilustrasi PHK (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Medan -

Sebanyak 1.400 pegawai Nike dipecat dalam rangka efesiensi. Karyawan yang dipecat berasal dari Amerika Utara, Asia, dan Eropa.

Jumlah 1.400 pegawai yang dipecat secara dengan 2% dari total tenaga kerja global perusahaan tersebut. Pengurangan jumlah pekerja itu menyasar divisi operasional global, terutama di bagian teknologi.

Dilansir detikFinance dari Reuters, Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy menyampaikan pemangkasan ini menyasar Karyawan yang terdampak tersebar di . Keputusan ini menyusul langkah serupa pada Januari lalu, di mana Nike merumahkan 775 karyawan demi mempercepat sistem otomatisasi. Dalam memo internal kepada karyawan, langkah ini diambil sebagai upaya perampingan alur kerja di tengah perusahaan keluar dari jeratan penurunan penjualan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar global, posisi Nike terus bersaing oleh kompetitor yang lebih lincah, seperti On, Hoka, dan Anta. Saham Nike bahkan dilaporkan sudah anjlok lebih dari 50% dalam tiga tahun terakhir karena para pesaingnya berhasil merebut ruang di rak-rak toko ritel.

ADVERTISEMENT


CEO NIKE, Inc. Elliott Hill, yang mulai menjabat pada 2024, telah berjanji untuk mengembalikan fokus merek Nike ke produk olahraga, seperti lari dan sepak bola, serta mempercepat peluncuran sepatu baru yang inovatif ke pasar. Kendati begitu, margin keuntungan perusahaan sejauh ini masih tertekan karena Nike harus memberikan diskon besar-besaran untuk menghabiskan stok lama.

Tahun lalu, Hill menyatakan kebangkitan Nike bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menghadirkan produk yang baru bagi konsumen setiap minggu. Namun, peluncuran produk-produk baru sejauh ini belum membawa perubahan signifikan. Satu titik terang Nike, yakni peluncuran sepatu Vomero 18 pada tahun lalu, di mana berhasil meraup penjualan US$ 100 juta dalam tiga bulan.

Manajemen Nike menolak memberikan rincian angka penghematan biaya dari kebijakan PHK ini. Namun, menurut memo tersebut, pengurangan staf ini akan membuat Nike untuk mengintegrasikan rantai pasokan material, alas kaki, dan pakaian dengan lebih baik. Selain itu, Nike akan memusatkan teknologi operasional di dua pusat utama, yakni kantor pusat di Beaverton, Oregon, dan pusat teknologi Nike di India.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads